| Bersama Siswa SD |
Hari
Perpisahan
“Allahu akbar,
Allahu Akbar ........ Allahu akbar, Allahu akbar”
“Asyhadu alla
ilaaha illallah, Asyhadu alla ilaaha illallah”
Adzan subuh
berkumandang. Bukan dari masjid atau musholla. Melainkan dari handphoneku. Yang
saya pasangi alarm Adzan. Iya kali Pagoda ada adzan.
Pagi itu pukul
05.00, waktu subuh masih tersisa setengah jam lebih. Saya bangun duluan. Lalu
saya bangunkan yang lainnya. Untuk sholat subuh.
Hari ini adalah
Jumat. Hari ketiga sekaligus terakhir di Prey Veng. Untung, tadi malam hujan tidak
turun. Sehingga tak ada lagi cerita kedinginan dan anjing masuk kelas.
Hari ini tak
segercep kemarin. Siswa-siswa juga tak seramai kemarin. Tak sebanyak biji di
satu gagang jagung yang berangkat sekolah.
Kami juga
demikian. Pagi hari masih bersantai. Jam 7 lebih baru mandi. Juga, tak ada
sarapan pagi. Karena guru-guru mau memasak untuk kami. Hidangan penutuplah.
Sekaligus hidangan selamat datang. Karena, sebagai tamu, kami tidak disambut
dengan makanan di awal kedatangan.
Ada 2 program
yang belum terlaksana: sosialisasi kebersihan dan sosialisasi cuci tangan.
Idealnya, sosialisasi menggunakan LCD Proyektor. Atau dengan alat peraga.
Tetapi, gendeng po kami mau membawa dari Indonesia?
Akhirnya, kami
hanya ikut berbaur dengan siswa-siswi. Ada yang bersih-bersih kelas. Ada yang
menyomoti sampah di halaman. Ada pula yang sampai nyemplung di kubangan
genangan air hujan. Yang saya ceritakan di awal itu.
“Eh ngur
ngeneiki najis pora, bajingur”, Kata Uul, orang yang rela nyemplung ke kolam itu.
“Ha embuh. Ketoke iyo”, Jawab saya.
Genangan itu memang masih syubhat.
Syubhat yang mengarah ke haram. Karena (1) lingkungan itu adalah kawasan
anjing, yang (2) kemungkinan besar minum air di situ, dan (3) ikut
berkontribusi dalam menambah volume air (aka kencing).
(belum selesai)
(belum selesai)