Senin, 27 Januari 2020

HARI TERAKHIR DI PREY VENG

Bersama Siswa SD



Hari Perpisahan
“Allahu akbar, Allahu Akbar ........ Allahu akbar, Allahu akbar”
“Asyhadu alla ilaaha illallah, Asyhadu alla ilaaha illallah”
Adzan subuh berkumandang. Bukan dari masjid atau musholla. Melainkan dari handphoneku. Yang saya pasangi alarm Adzan. Iya kali Pagoda ada adzan.
Pagi itu pukul 05.00, waktu subuh masih tersisa setengah jam lebih. Saya bangun duluan. Lalu saya bangunkan yang lainnya. Untuk sholat subuh.
Hari ini adalah Jumat. Hari ketiga sekaligus terakhir di Prey Veng. Untung, tadi malam hujan tidak turun. Sehingga tak ada lagi cerita kedinginan dan anjing masuk kelas.
Hari ini tak segercep kemarin. Siswa-siswa juga tak seramai kemarin. Tak sebanyak biji di satu gagang jagung yang berangkat sekolah.
Kami juga demikian. Pagi hari masih bersantai. Jam 7 lebih baru mandi. Juga, tak ada sarapan pagi. Karena guru-guru mau memasak untuk kami. Hidangan penutuplah. Sekaligus hidangan selamat datang. Karena, sebagai tamu, kami tidak disambut dengan makanan di awal kedatangan.
Ada 2 program yang belum terlaksana: sosialisasi kebersihan dan sosialisasi cuci tangan. Idealnya, sosialisasi menggunakan LCD Proyektor. Atau dengan alat peraga. Tetapi, gendeng po kami mau membawa dari Indonesia?
Akhirnya, kami hanya ikut berbaur dengan siswa-siswi. Ada yang bersih-bersih kelas. Ada yang menyomoti sampah di halaman. Ada pula yang sampai nyemplung di kubangan genangan air hujan. Yang saya ceritakan di awal itu.
“Eh ngur ngeneiki najis pora, bajingur”, Kata Uul, orang yang rela nyemplung ke kolam itu.
“Ha embuh. Ketoke iyo”, Jawab saya.
Genangan itu memang masih syubhat. Syubhat yang mengarah ke haram. Karena (1) lingkungan itu adalah kawasan anjing, yang (2) kemungkinan besar minum air di situ, dan (3) ikut berkontribusi dalam menambah volume air (aka kencing).

(belum selesai)