| Siswa Sekolah Persahabatan Indonesia-Kamboja |
Itu mungkin satu
pertanyaan awal yang ada di benak teman-teman. --dengan pertanyaan turunan “apa
enaknya”, “apa manfaatnya”, dan beragam apa lainnya.
“KKN di luar
negeri itu jangan dilihat hanya sekadar keluar dari wilayah Indonesia. Lebih
dari itu, kita akan mengenal dunia luas. Kita akan mengenal masyarakat global.
Bahasanya, budayanya, dan semua yang ada, yang berbeda dengan Indonesia, kita
bisa belajar darinya. Dan ingat, kita sekarang sudah menjadi bagian dari masyarakat
global.”
Begitulah
kira-kira motivasi dari yang DPL kami sepekan sebelum berangkat. Motivasi itu
tidak keluar dengan sendirinya. Itu berawal dari cerita salah satu dari kami
yang sedikit disindir oleh dosennya (ketika sowan), “Ngapain KKN jauh-jauh,
kayak nggak ada yang dekat saja.”
Dan lagi, yang
memberi motivasi itu bukan saja hanya sekadar DPL, melainkan alumnus McGill,
Kanada. Teman-teman tentu paham sendiri maksud saya.
Memang benar,
KKN di Luar Negeri tidak hanya sekadar keluar dari negeri. Pun demikian KKN di
Luar Jawa, tidak hanya sekadar keluar dari pulau Jawa. --atau kalau mau lebih
spesifik lagi, keluar dari wilayah Yogyakarta, Magelang, Klaten, Wonosobo.
Karena memang cakupan KKN UIN Sunan Kalijaga ini hanya DIY dan Jateng --yang
sekitarnya DIY.
Saya (juga Kami yang angkatan 2016)
merasa beruntung, karena 2019 menjadi tahun pertama UIN menyelenggarakan KKN
Internasional. Ditambah bonus 3 KKN Luar Jawa (Lampung, Kalimantan Selatan, dan
Gorontalo). Ditambah lagi 2 pasukan mandiri: sekelompok 10 orang ke Lombok,
sepasukan lagi ke Pulau Raas Madura (4 kelompok, 40 orang). Itu menjadi
gebrakan yang luar biasa. Karena tahun sebelumnya hanya ada 1 kelompok KKN Luar
Jawa, di Nusa Tenggara Timur.
Tahun ini, harusnya lebih beruntung
lagi. Cakupan daerah yang dituju jauh lebih jauuuuuh. Yang paling jauh:
Jayapura. Meskipun titelnya masih “Luar Jawa”.
Oke kita
kembali, mengapa?
Tentu, manfaat
utama yang akan teman-teman peroleh adalah pengalaman. Pengalaman yang bukan
sekadar pengalaman. Teman-teman akan mendapatkan pengalaman khusus: keseruan
yang terbayangkan pun tidak pernah. Kemungkinan besarnya begitu. Terutama bagi orang
yang lahir, TK, sampai kuliahnya di Jawa. Atau orang luar Jawa non-Kalbar dan
non-Papua yang baru merasakan hidup di Jawa Perkotaan (DIY). Atau juga orang
Kalbar dan Papua yang belum merasakan ‘aroma pedesaan’ provinsinya.--Itu untuk
KKN Luar Jawa.
Lalu bagaimana
untuk KKN Luar Negeri?
Rasanya lembaran
ini terlalu kecil untuk menggambarkan keseruan KKN kami dulu. Teman-teman bisa
membacanya di blog ini, yang mayoritas bercerita tentang KKN di Kamboja.--yang baru
sedikit cerita yang saya tulis--. Itu kalau mau. Jika berkenan.
Tapi intinya “Pengalaman”.
Teman-teman masih ingat kan catatan kaki buku SIDU? “Experience is The Best
Teacher”
Coming Soon
KKN: Luar Negeri, Luar Jawa, Tematik, atau Reguler?
(Ada beberapa artikel kami yang bisa teman-teman baca)
(Ada beberapa artikel kami yang bisa teman-teman baca)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar