Oleh : Rezaldy Nurul Arobby (Perbankan Syariah)
Menjadi seorang mahasiswa yang lahir, besar dan menimba ilmu di Indonesia, menuntut kita untuk terus menggali potensi dan pengalaman yang jauh lebih banyak. Baik itu di dalam lingkungan negeri sendiri, maupun sampai ke luar negeri. Indonesia terletak di Benua Asia, tepatnya Asia Tenggara. Negara-negara di kawasan Asia Tenggara ini membentuk sebuah aliansi yang disebut dengan ASEAN (Asia South East Nations) yang kini sudah memiliki total 11 anggota Negara.
Hubungan antar Negara di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) haruslah kita jaga tetap dalam relasi yang baik, penuh damai dan tanpa perpecahan. Karena memang pemuda-pemuda antar Negara memiliki peranan yang sangat penting dalam menjaga perdamaian ini, terutaman hubungan dalam hal pendidikan. Tidak hanya hubungan antara satu Negara dengan keseluruhan ASEAN, namun juga hubungan antara satu Negara dengan Negara lain secara bilateral. Termasuk hubungan Indonesia dengan Kamboja.
Kamboja (Cambodia) sendiri termasuk kedalam Negara berkembang yang terletak di kawasan Asia Tenggara. Terdaftar secara resmi sebagai anggota ASEAN sejak 30 April 1999. Dalam penetapan keanggotaan Kamboja terhadap ASEAN, ternyata Indonesia memiliki peran yang cukup penting, karena Indonesia adalah salah satu Negara yang mendukung hal tersebut.
Sejak dinyatakan merdeka dari Prancis pada 9 November 1953, Kamboja terus berusaha dan berjuang memajukan negaranya. Kamboja berusaha menunjukan kemampuan dan kehadirannya pada dunia sehingga mampu bersaing dengan Negara lainnya. Bahkan tercatat sejak Tahun 1960-an, Kamboja memulai suatu hubungan diplomasi dengan Indonesia. Hingga kini hubungan tersebut masih berjalan dengan sangat baik.
Pnom Penh, adalah ibukota Kamboja dan juga sebagai pusat dari semua peradaban di Kamboja. Semua kegiatan kepemerintahan maupun pariwisata dipusatkan di Kota ini. Kamboja menghadirkan keindahan dan keeksotisan negerinya di Kota ini. Secara sederhana, Pnom Penh merupakan jantung dari Kamboja dan juga gambaran keseluruhan Kamboja Nampak jelas terlihat di Kota ini.
Semua warga Kamboja, dari berbagai ethnis maupun agama terbiasa berkomunikasi dengan bahasa resmi mereka, yaitu bahasa Khmer. Namun ternyata, selain bahasa Khmer, bahasa Indonesia merupakan salah satu bahasa yang paling sering digunakan disini, selain bahasa Cham dan Perancis. Hal ini menunjukan bahwa hubungan Indonesia dan Kamboja sangatlah baik. Banyak sekali terjadi diplomasi-diplomasi kebangsaan yang terjalin. Banyak sekali kegiatan-kegiatan pendidikan yang melibatkan para akademis di Indonesia dan Kamboja. Dan juga banyak sekali para warga Indonesia yang bekerja di Kmaboja, begitupun sebaliknya.
Jika ditanya mengenai Kamboja, maka semua orang sepakat bahwa Angkor Wat adalah ikon dari Negara ini. Semua orang setuju bahwa Negara ini dipenuhi oleh Candi, Gapura dan patung-patung Budha yang mampu menarik perhatian para Turis. Tentu saja hal ini tidak mengherankan karena Budha beserta budayanya merupakan mayoritas di Negara ini.
Lebih dari 90% ethnic di Kamboja berasal dari Suku Khmer yang menganut agama Budha. Meski begitu, Kamboja tidak memberikan tekanan kepada warganya dalam menganut kepercayaan. Terbukti bahwa menurut data 2013, di Kamboja terdiri dari lebih 5 ethnis utama selain Khmer. Ethnis tersebut seperti Cham, Melayu, Vietnam, Tionghoa dan ethnis lainnya. Sehingga menyebabkan Kamboja sebagai Negara yang cukup beragam.
Tidak hanya memiliki Ethnis atau Suku yang beragam, kerukunan antar ummat beragama disana cukup baik. Meski mayoritas disana menganut agama Budha, namun agama lain pun mampu hidup dengan rukun dan damai. Termasuk agama islam yang mayoritas datang dari Etnis Cham dan Melayu.
Agama Islam sendiri menurut data Tahun 2010 di Kamboja menduduki posisi kedua setelah Budha dengan presentase lebih dari 2%. Tentunya jumlah ini terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Mulai banyak berbagai masjid dan juga Islamic Centre di Kamboja, baik itu di Ibu Kota maupun di kota-kota lainnya.
Berdasar pada beberapa informasi diatas, menimbulkan ketertarikan dari penulis secara pribadi untuk bisa membantu para saudara-saudara di Kamboja, khususnya bagi mereka yang muslim untuk sekedar berbagi ilmu dan pengetahuan. Untuk sekedar saling berbagi mengenai pengalaman dan pengenalan budaya masing-masing.
Berupaya untuk memberikan pendampingan kepada Madrasah-madrasah Diniyah yang berada di Kamboja untuk bisa menciptakan Pendidikan berkarakter Akhlaqul Karimah yang unggul dan mampu bersaing, tentunya berbasis kagiatan edukasi, budaya dan sosial. Hal ini tidak lain karena terdorong oleh besarnya pengaruh budaya dan sosial dalam kehidupan warga disana.
Karena pada dasarnya sistem pendidikan yang dianut oleh Kamboja sangat mirip dengan apa yang dipraktikan di Indonesia. Hanya saja, budaya dan mayoritas Agama yang berbeda sehingga menjadikan sedikit perbedaan dalam penyusunan kurikulum pendidikan. Oleh karena itu muncullah beberapa upaya yang dikira mampu membantu perkembangan pendidikan Madrasah Diniyah di Kamboja.
Upaya-upaya tersebut penulis catat dalam beberapa Rancangan Program Kerja (RPK) yang telah tersusun berdasarkan beberapa pertimbangan dan juga sudut pandang penulis. Semua RPK yang telah terrangkum disini semoga bisa penulis realisasikan bersama kawan lainnya dalam pelaksanaan KKN Tematik di Kamboja. Kegiatan ini merupakan salah satu program dari UIN Sunan Kalijaga untuk meningkatkan kemampuan mahasiswanya beserta mempererat hubungan antar Negara.
Berikut beberapa RPK yang telah penulis rangkum, yaitu :
1. Pelaksanaan Pendampingan Madrasah Diniyah Berbasis Sosial Budaya
Tentunya ini merupakan focus utama dalam kegiatan selama Kuliah Kerja Nyata di Kamboja nanti. Karena memang perkembangan Madrasah Diniyah kini telah mendapat perhatian dari warga Kamboja, terutama warga Muslim yang sadar akan pentingnya pendidikan agama dalam hidup mereka.
Hal pertama yang mungkin bisa dilakukan adalah mendata beberapa Madrasah Diniyah yang terjangkau dan bisa kami bantu dalam pendampingan kegiatan belajar- mengajarnya. Selain nama Madrasah Diniyah, juga diperlukan jumlah kelas, jumlah murid serta jadwal pembelajarannya.
Untuk kemudian melakukan pembagian tugas dengan anggota tim lainnya dalam pendampingan proses belajar mengajar, pun jika diperlukan ikut membantu para guru- guru yang mengajar di Madrasah Diniyah tersebut.
Selain melakukan pendampingan secara regular, tentunya kami ikut mendampingi dengan kegiatan berbasis social dan budaya, sehingga kegiatan pendampingan ini menghasilkan siswa dan siswinya yang berkarakter Akhlaqul Karimah, sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah saw.
Untuk pendampingan berbasis Sosial dalam meciptakan karakter Akhlaqul Karimah, nantinya akan dilaksanakan sebuah mini social project dengan para siswa. Projek sosial ini dimulai dengan bagaimana para mahasiswa mempraktikan secara langsung beberapa Akhlaq terpuji dalam kehidupan sehari-hari.
Beberapa Akhla terpuji itu seperti jujur, amanah, adil, sopan santun, pemaaf, dan beberapa Akhlaq terpuji lainnya yang telah diajarkan Rasulullah. Kemudian setelah pengaplikasiannya secara langsung, para siswa akan menceritakannya kembali dihadapan semua temannya beserta dampak positif setelah melakukan akhlaq terpuji tersebut.
Hal ini akan memunculkan motivasi dari setiap pribadi siswa tersebut untuk selalu melakukan hal yang baik. Karena sedikitpun hal baik yang dilakukan, maka dampak baiknya akan di rasakan. Kegiatan ini juga melatih rasa syukur dan sabar bagi para siswa Madrasah Diniyah.
Setelah pelaksanaan projek mini sosial, selanjutnya pendampingan berbasis budaya juga dikira perlu untuk meningkatan Pendidikan berkarakter Akhlaqul Karimah. Hal tersebut karena memang Kamboja merupakan salah satu Negara yang memiliki budaya yang kental dan kuat dipegang oleh para warganya.
Penggunaan atribut budaya juga akan meningkatkan minat dan ketertarikan para siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Proses belajar mengajar ini bisa menggunakan wayang tradisional atau bahkan pertunjukan mini teater khas dari Kamboja. Yang mana pertunjukan ini berisi mengenai kisah kisah inspiratif para orang terdahulu. Kegiatan ini selain melestarikan budaya dan mengajarkan Akhlaqul Karimah juga bisa sebagai pembelajaran sejarah serta mengasah kreatifitas para siswa.
2. Seminar Pendidikan Berkarakter Akhlaqul Karimah
Selain melakukan pendampingan Madrasah Diniyah secara intens, dengan mendatangi tiap kelas, mendampingi secara langsung setiap siswa, maka dipandang perlu untuk melakukan kegiatan dengan jangkauan yang lebih luas. Salah satunya dengan pelaksanaan sebuah seminar yang dikemas secara keagamaan atau Tabligh Akbar.
Kegiatan Tabligh Akbar nanti bisa mengundang seorang tokoh keagamaan yang memiliki pengaruh yang cukup kuat serta memiliki kedalaman ilmu agama yang mumpuni. Untuk kemudian mengutarakan beberapa manfaat serta janji-janji Tuhan kepada siapa saja yang mampu dan mau berbuat baik.
Kegiatan Tabligh Akbar ini bisa dilaksanakan bersamaan dengan acara rutinan Madrasah Diniyah atau bahkan para warga sekitar. Sehingga tidak terlalu sulit untuk bisa mengumpulkan massa. Dan juga akan memudahkan dalam melakukan kegiatan sosialisasi. Karena kegiatan Tabligh Akbar ini dilaksanakan dengan sistem seminar, maka akan ada sesi Tanya jawab yang lebih fleksibel sehingga memudahkan dalam menggali ilmu lebih dalam.
3. Beberapa Kegiatan Pendukung lainnya
Selain berfokus dalam berbagai kegiatan edukasi atau pendidikan, tentunya jangan sampai melupakan hal-hal penting lainnya yang dibutuhkan oleh Masyarakat sekitar. Seperti beberapa kegiatan di bidang ekonomi, kesehatan dan juga entertainment (hiburan). Semua aspek kehidupan yang menunjang kemajuan dan perbaikan taraf hidup masyarakat haruslah dilaksanakan secara seimbang dan dengan sepenuh hati.
Untuk bidang kesehatan sendiri, hal pertama yang bisa dilakukan adalah dengan pelaksanaan pemeriksaan kesehatan secara murah serta membuka pos pelayanan kesehatan terpadu (Posyandu) bagi warga yang memang membutuhkan. Nanti bisa bekerja sama dengan beberapa Dokter dan Tenaga Kesehatan disana yang memang sudah terbiasa melakukan kegiatan social.
Juga melakukan penyuluhan tentang betapa pentingnya untuk selalu memiliki gaya hidup sehat serta pola makan yang teratur. Menjaga kebersihan lingkungan sekitar dengan melaksanakan kerja bakti rutin di sekitar lingkungan madrasah juga lingkungan tempat tinggal.
Selain dalam aspek kesehatan, bidang ekonomi pun harus turut menjadi perhatian program nantinya. Sebagai warga dalam Negara yang masih berkembang, tentunya Kamboja membutuhkan beberapa usaha menengah dan mikro yang ikut membantu perekonomian Negara. Nantinya akan dibuka sesi workshop dengan beberapa pengusaha rintisan lokal yang telah cukup sukses memasarkan produknya. Workshop dalam bagaimana merintis suatu bisnis dengan modal yang minim, mengembangkan bakat dan potensi serta langkah-langkah sukses dalam menjalani bisnis yang konsisten.
Sektor selanjutnya yang menjadi perhatian adalah sektor Pariwisata atau hiburan. Karena sejatinya semua orang membutuhkan hiburan untuk mengurangi stress dan mampu meningkatkan produktifitasnya. Kegiatan Pariwisata atau Hiburan di lingkungan Madrasah Diniyah bisa dengan mengunjungi beberapa tempat wisata, seperti Museum, Taman Kota dan beberapa tempat ikonik lainnya. Tidak lupa juga untuk tetap mengaplikasikan Akhlaqul Karimah yang telah diajarkan sebelumnya dalam berwisata.
Selain kegiatan-kegiatan di lingkungan Madrasah Diniyah, tentunya kita harus memberi dampak yang baik bagi lingkungan sekitar kita tinggal nanti. Mulai dari dengan membantu menjaga kebersihan, ikut secara aktif dalam beberapa kegiatan warga, serta membantu membersihkan beberapa tempat ibadah warga sekitar tentunya setelah mendapatkan izin sebelumnya.
Semua Rancangan Program Kerja yang telah penulis susun tentunya sangat penulis harapkan untuk bisa terealisasi secepat dan setepat mungkin. Tentunya hal itu mampu penulis wujudkan apabila mendapat bantuan serta dukungan dari berbagai pihak, sehingga mampu menciptakan suatu simbiosis yang bermanfaat bagi berbagai pihak yang terlibat.
Sebagai seorang mahasiswa yang masih awam dan berpengalaman minim, penulis juga membuka kesempatan selebar-lebarnya kepada semua pihak yang memiliki kemampuan lebih untuk membantu menyempurnakan rencana ini sehingga menjadi suatu kesatuan Program Kerja yang mampu terintegrasi, terinterkoneksikan secara inklusi bagi semua pihak yang membutuhkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar