Rabu, 12 Februari 2020

Upaya Pendampingan Madrasah Diniyah Berbasis Sosial Budaya Demi Tercapainya Perkembangan Pendidikan Berkarakter Akhlaqul Karimah di Kamboja

Oleh : Rezaldy Nurul Arobby (Perbankan Syariah) 

Menjadi  seorang  mahasiswa  yang  lahir,  besar  dan  menimba  ilmu  di  Indonesia, menuntut kita untuk terus menggali potensi dan pengalaman yang jauh lebih banyak. Baik itu di  dalam  lingkungan  negeri  sendiri,  maupun  sampai  ke  luar  negeri.  Indonesia  terletak  di Benua  Asia,  tepatnya  Asia  Tenggara.  Negara-negara  di  kawasan  Asia  Tenggara  ini membentuk sebuah aliansi yang disebut dengan ASEAN (Asia South East Nations) yang kini sudah memiliki total 11 anggota Negara. 

Hubungan antar Negara di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) haruslah kita jaga tetap dalam relasi yang baik, penuh damai dan tanpa perpecahan. Karena memang pemuda-pemuda antar  Negara  memiliki  peranan  yang  sangat  penting  dalam  menjaga  perdamaian  ini, terutaman hubungan dalam hal pendidikan. Tidak hanya hubungan antara satu Negara dengan keseluruhan  ASEAN,  namun  juga  hubungan  antara  satu  Negara  dengan  Negara  lain  secara bilateral. Termasuk hubungan Indonesia dengan Kamboja. 

Kamboja (Cambodia) sendiri termasuk kedalam Negara berkembang yang terletak di kawasan  Asia  Tenggara.  Terdaftar  secara  resmi  sebagai  anggota  ASEAN  sejak  30  April 1999.  Dalam  penetapan  keanggotaan  Kamboja  terhadap  ASEAN,  ternyata  Indonesia memiliki  peran  yang  cukup  penting,  karena  Indonesia  adalah  salah  satu  Negara  yang mendukung hal tersebut. 

Sejak  dinyatakan  merdeka  dari  Prancis  pada  9  November  1953,  Kamboja  terus berusaha  dan  berjuang  memajukan  negaranya.  Kamboja  berusaha  menunjukan  kemampuan dan  kehadirannya  pada  dunia  sehingga  mampu  bersaing  dengan  Negara  lainnya.  Bahkan tercatat  sejak  Tahun  1960-an,  Kamboja  memulai  suatu  hubungan  diplomasi  dengan Indonesia. Hingga kini hubungan tersebut masih berjalan dengan sangat baik. 

Pnom Penh, adalah ibukota Kamboja dan juga sebagai pusat dari semua peradaban di Kamboja.  Semua  kegiatan  kepemerintahan  maupun  pariwisata  dipusatkan  di  Kota  ini. Kamboja menghadirkan keindahan dan keeksotisan negerinya di Kota ini. Secara sederhana, Pnom  Penh  merupakan  jantung  dari  Kamboja  dan  juga  gambaran  keseluruhan  Kamboja Nampak jelas terlihat di Kota ini. 

Semua  warga  Kamboja,  dari  berbagai  ethnis  maupun  agama  terbiasa  berkomunikasi dengan  bahasa  resmi  mereka,  yaitu  bahasa  Khmer.  Namun  ternyata,  selain  bahasa  Khmer, bahasa  Indonesia  merupakan  salah  satu  bahasa  yang  paling  sering  digunakan  disini,  selain bahasa  Cham  dan  Perancis.  Hal  ini  menunjukan  bahwa  hubungan  Indonesia  dan  Kamboja sangatlah baik. Banyak sekali terjadi  diplomasi-diplomasi kebangsaan yang terjalin. Banyak sekali  kegiatan-kegiatan  pendidikan  yang  melibatkan  para  akademis  di  Indonesia  dan Kamboja. Dan juga banyak sekali para warga Indonesia yang bekerja di Kmaboja, begitupun sebaliknya. 

Jika  ditanya  mengenai  Kamboja,  maka  semua  orang  sepakat  bahwa  Angkor  Wat adalah  ikon  dari  Negara  ini.  Semua  orang  setuju  bahwa  Negara  ini  dipenuhi  oleh  Candi, Gapura dan patung-patung Budha yang mampu menarik perhatian para Turis. Tentu saja hal ini tidak mengherankan karena Budha beserta budayanya merupakan mayoritas di Negara ini. 

Lebih  dari  90%  ethnic  di  Kamboja  berasal  dari  Suku  Khmer  yang  menganut  agama Budha. Meski begitu, Kamboja tidak memberikan tekanan kepada warganya dalam menganut kepercayaan. Terbukti bahwa menurut data 2013, di Kamboja terdiri dari lebih 5 ethnis utama selain Khmer. Ethnis tersebut seperti Cham, Melayu, Vietnam, Tionghoa dan ethnis lainnya. Sehingga menyebabkan Kamboja sebagai Negara yang cukup beragam. 

Tidak  hanya  memiliki  Ethnis  atau  Suku  yang  beragam,  kerukunan  antar  ummat beragama disana cukup baik.  Meski mayoritas disana menganut agama Budha, namun agama lain  pun  mampu  hidup  dengan  rukun  dan  damai.  Termasuk  agama  islam  yang  mayoritas datang dari Etnis Cham dan Melayu. 

Agama Islam sendiri menurut data Tahun 2010 di Kamboja menduduki posisi kedua setelah  Budha  dengan  presentase  lebih  dari  2%.  Tentunya  jumlah  ini  terus  mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Mulai banyak berbagai masjid dan juga Islamic Centre di Kamboja, baik itu di Ibu Kota maupun di kota-kota lainnya. 

Berdasar  pada  beberapa  informasi  diatas,  menimbulkan  ketertarikan  dari  penulis secara  pribadi  untuk  bisa  membantu  para  saudara-saudara  di  Kamboja,  khususnya  bagi mereka  yang  muslim  untuk  sekedar  berbagi  ilmu  dan  pengetahuan.  Untuk  sekedar  saling berbagi mengenai pengalaman dan pengenalan budaya masing-masing.  

Berupaya  untuk  memberikan  pendampingan  kepada  Madrasah-madrasah  Diniyah yang berada di Kamboja untuk bisa menciptakan Pendidikan berkarakter  Akhlaqul Karimah yang unggul dan mampu bersaing, tentunya berbasis kagiatan edukasi, budaya dan sosial. Hal ini  tidak  lain  karena  terdorong  oleh  besarnya  pengaruh  budaya  dan  sosial  dalam  kehidupan warga disana. 

Karena  pada  dasarnya  sistem  pendidikan  yang  dianut  oleh  Kamboja  sangat  mirip dengan  apa  yang  dipraktikan  di  Indonesia.  Hanya  saja,  budaya  dan  mayoritas  Agama  yang berbeda  sehingga  menjadikan  sedikit  perbedaan  dalam  penyusunan  kurikulum  pendidikan. Oleh  karena  itu  muncullah  beberapa  upaya  yang  dikira  mampu  membantu  perkembangan pendidikan Madrasah Diniyah di Kamboja.  

Upaya-upaya tersebut penulis catat dalam beberapa Rancangan Program Kerja (RPK) yang  telah  tersusun  berdasarkan  beberapa  pertimbangan  dan  juga  sudut  pandang  penulis. Semua  RPK  yang  telah  terrangkum  disini  semoga  bisa  penulis  realisasikan  bersama  kawan lainnya  dalam  pelaksanaan  KKN  Tematik  di  Kamboja.  Kegiatan  ini  merupakan  salah  satu program  dari  UIN  Sunan  Kalijaga  untuk  meningkatkan  kemampuan  mahasiswanya  beserta mempererat hubungan antar Negara. 

Berikut beberapa RPK yang telah penulis rangkum, yaitu : 

1.  Pelaksanaan Pendampingan Madrasah Diniyah Berbasis Sosial Budaya 
Tentunya ini merupakan focus utama dalam kegiatan selama Kuliah Kerja Nyata di Kamboja nanti. Karena memang perkembangan Madrasah Diniyah kini telah mendapat perhatian  dari  warga  Kamboja,  terutama  warga  Muslim  yang  sadar  akan  pentingnya pendidikan agama dalam hidup mereka. 

Hal  pertama  yang  mungkin  bisa  dilakukan  adalah  mendata  beberapa  Madrasah Diniyah  yang  terjangkau  dan  bisa  kami  bantu  dalam  pendampingan  kegiatan  belajar- mengajarnya.  Selain  nama  Madrasah  Diniyah,  juga  diperlukan  jumlah  kelas,  jumlah murid serta jadwal pembelajarannya. 

Untuk kemudian melakukan pembagian tugas dengan anggota tim lainnya dalam pendampingan  proses  belajar  mengajar,  pun  jika  diperlukan  ikut  membantu  para  guru- guru yang mengajar di Madrasah Diniyah tersebut. 

Selain melakukan pendampingan secara regular, tentunya kami ikut mendampingi dengan  kegiatan  berbasis  social  dan  budaya,  sehingga  kegiatan  pendampingan  ini menghasilkan siswa dan siswinya yang berkarakter Akhlaqul Karimah, sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah saw. 

Untuk  pendampingan  berbasis  Sosial  dalam  meciptakan  karakter  Akhlaqul Karimah,  nantinya  akan  dilaksanakan  sebuah  mini  social  project  dengan  para  siswa. Projek  sosial  ini  dimulai  dengan  bagaimana  para  mahasiswa  mempraktikan  secara langsung beberapa Akhlaq terpuji dalam kehidupan sehari-hari. 

Beberapa Akhla terpuji itu seperti jujur, amanah, adil, sopan santun, pemaaf, dan beberapa  Akhlaq  terpuji  lainnya  yang  telah  diajarkan  Rasulullah.  Kemudian  setelah pengaplikasiannya secara langsung, para siswa akan menceritakannya kembali dihadapan semua temannya beserta dampak positif setelah melakukan akhlaq terpuji tersebut. 

Hal ini akan memunculkan motivasi dari setiap pribadi siswa tersebut untuk selalu melakukan  hal  yang  baik.  Karena  sedikitpun  hal  baik  yang  dilakukan,  maka  dampak baiknya akan di rasakan. Kegiatan ini juga melatih rasa syukur dan sabar bagi para siswa Madrasah Diniyah. 

Setelah  pelaksanaan  projek  mini  sosial,  selanjutnya  pendampingan  berbasis budaya  juga  dikira  perlu  untuk  meningkatan  Pendidikan  berkarakter  Akhlaqul  Karimah. Hal  tersebut  karena  memang  Kamboja  merupakan  salah  satu  Negara  yang  memiliki budaya yang kental dan kuat dipegang oleh para warganya. 

Penggunaan  atribut  budaya  juga  akan  meningkatkan  minat  dan  ketertarikan  para siswa  dalam  mengikuti  proses  pembelajaran.  Proses  belajar  mengajar  ini  bisa menggunakan  wayang  tradisional  atau  bahkan  pertunjukan  mini  teater  khas  dari Kamboja.  Yang  mana  pertunjukan  ini  berisi  mengenai  kisah  kisah  inspiratif  para  orang terdahulu.  Kegiatan  ini  selain  melestarikan  budaya  dan  mengajarkan  Akhlaqul  Karimah juga bisa sebagai pembelajaran sejarah serta mengasah kreatifitas para siswa. 

2.  Seminar Pendidikan Berkarakter Akhlaqul Karimah 
Selain  melakukan  pendampingan  Madrasah  Diniyah  secara  intens,  dengan mendatangi tiap kelas, mendampingi secara langsung setiap siswa, maka dipandang perlu untuk  melakukan  kegiatan  dengan  jangkauan  yang  lebih  luas.  Salah  satunya  dengan pelaksanaan sebuah seminar yang dikemas secara keagamaan atau Tabligh Akbar. 

Kegiatan  Tabligh  Akbar  nanti  bisa  mengundang  seorang  tokoh  keagamaan  yang memiliki  pengaruh  yang  cukup  kuat  serta  memiliki  kedalaman  ilmu  agama  yang mumpuni.  Untuk  kemudian  mengutarakan  beberapa  manfaat  serta  janji-janji  Tuhan kepada siapa saja yang mampu dan mau berbuat baik. 

Kegiatan  Tabligh  Akbar  ini  bisa  dilaksanakan  bersamaan  dengan  acara  rutinan Madrasah Diniyah atau bahkan para warga sekitar. Sehingga tidak terlalu sulit untuk bisa mengumpulkan  massa.  Dan  juga  akan  memudahkan  dalam  melakukan  kegiatan sosialisasi. Karena kegiatan Tabligh Akbar ini dilaksanakan dengan sistem seminar, maka akan  ada  sesi  Tanya  jawab  yang  lebih  fleksibel  sehingga  memudahkan  dalam  menggali ilmu lebih dalam. 

3.  Beberapa Kegiatan Pendukung lainnya 
Selain berfokus dalam berbagai kegiatan edukasi atau pendidikan, tentunya jangan sampai  melupakan  hal-hal  penting  lainnya  yang  dibutuhkan  oleh  Masyarakat  sekitar. Seperti  beberapa  kegiatan  di  bidang  ekonomi,  kesehatan  dan  juga  entertainment (hiburan). Semua aspek kehidupan  yang menunjang kemajuan dan perbaikan taraf hidup masyarakat haruslah dilaksanakan secara seimbang dan dengan sepenuh hati. 

Untuk  bidang  kesehatan  sendiri,  hal  pertama  yang  bisa  dilakukan  adalah  dengan pelaksanaan  pemeriksaan  kesehatan  secara  murah  serta  membuka  pos  pelayanan kesehatan  terpadu  (Posyandu)  bagi  warga  yang  memang  membutuhkan.  Nanti  bisa bekerja sama dengan beberapa Dokter dan Tenaga Kesehatan disana yang memang sudah terbiasa melakukan kegiatan social. 

Juga  melakukan  penyuluhan  tentang  betapa  pentingnya  untuk  selalu  memiliki gaya  hidup  sehat  serta  pola  makan  yang  teratur.  Menjaga  kebersihan  lingkungan  sekitar dengan  melaksanakan  kerja  bakti  rutin  di  sekitar  lingkungan  madrasah  juga  lingkungan tempat tinggal. 

Selain dalam aspek kesehatan, bidang ekonomi pun harus turut menjadi perhatian program  nantinya.  Sebagai  warga  dalam  Negara  yang  masih  berkembang,  tentunya Kamboja  membutuhkan  beberapa  usaha  menengah  dan  mikro  yang  ikut  membantu perekonomian Negara. Nantinya akan dibuka sesi workshop dengan beberapa pengusaha rintisan  lokal  yang  telah  cukup  sukses  memasarkan  produknya.  Workshop  dalam bagaimana  merintis  suatu  bisnis  dengan  modal  yang  minim,  mengembangkan  bakat  dan potensi serta langkah-langkah sukses dalam menjalani bisnis yang konsisten. 

 Sektor selanjutnya yang menjadi perhatian adalah sektor Pariwisata atau hiburan. Karena  sejatinya  semua  orang  membutuhkan  hiburan  untuk  mengurangi  stress  dan mampu meningkatkan produktifitasnya.  Kegiatan Pariwisata atau  Hiburan di lingkungan Madrasah  Diniyah  bisa  dengan  mengunjungi  beberapa  tempat  wisata,  seperti  Museum, Taman  Kota  dan  beberapa  tempat  ikonik  lainnya.  Tidak  lupa  juga  untuk  tetap mengaplikasikan Akhlaqul Karimah yang telah diajarkan sebelumnya dalam berwisata. 

Selain  kegiatan-kegiatan  di  lingkungan  Madrasah  Diniyah,  tentunya  kita  harus memberi  dampak  yang  baik  bagi  lingkungan  sekitar  kita  tinggal  nanti.  Mulai  dari  dengan membantu  menjaga  kebersihan,  ikut  secara  aktif  dalam  beberapa  kegiatan  warga,  serta membantu  membersihkan  beberapa  tempat  ibadah  warga  sekitar  tentunya  setelah mendapatkan izin sebelumnya. 

Semua  Rancangan  Program  Kerja  yang  telah  penulis  susun  tentunya  sangat  penulis harapkan untuk bisa terealisasi secepat dan setepat mungkin. Tentunya hal itu mampu penulis wujudkan  apabila  mendapat  bantuan  serta  dukungan  dari  berbagai  pihak,  sehingga  mampu menciptakan suatu simbiosis yang bermanfaat bagi berbagai pihak yang terlibat. 

Sebagai  seorang  mahasiswa  yang  masih  awam  dan  berpengalaman  minim,  penulis juga membuka kesempatan selebar-lebarnya kepada semua pihak yang memiliki kemampuan lebih  untuk  membantu  menyempurnakan  rencana  ini  sehingga  menjadi  suatu  kesatuan Program Kerja yang mampu terintegrasi, terinterkoneksikan secara inklusi bagi semua pihak yang membutuhkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar