Jumat, 14 Februari 2020

Upaya Penyelenggaraan Layanan Perpustakaan Islam di Madrasah Diniyah



 Oleh: Lutfi Rofiyatun (Ilmu Perpustakaan)


Pendahuluan

Perguruan tinggi atau dikenalnya Universitas memiliki kewajiban menjalankan  Tridharma  Perguruan  Tinggi  yang  termaktub  dalam  UU  No.  12
Tahun 2012 pasal 49 tentang Pendidikan Tinggi. Tridharma tersebut yaitu menyelenggarakapendidikan  dan  pengajaran, penelitian  dapengembangan, serta pengabdian masyarakat. Tujuan dari kewajiban tersebut tidak lain ialah menyiapkan anak didiknya menjadi generasi muda yang mampu membangun bangsa Indonesia ke arah yang lebih maju seperti yang di cita cita kan para pahlawan. Aspek dari tridharma tersebut saling berkaitan, di mana penyelenggaraan pendidika menjadi   beka mahasiswa   untuk   menciptaka da menambah wawasan ilmu pengetahuan melalui penelitian, kemudian wawasan tersebut diimplementasikan dalam lingkungan masyarakat dalam rangka memajukan kesejahteraan bangsa melalui pengabdian masyarakat.

Salah satu bentuk pengabdian masyarakat dalam dunia perguruan tinggi ialah Program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Program tersebut menjadi mata kuliah wajib bagi seluruh mahasiswa sekaligus sebagai syarat kelulusan nanti. Pada Kuliah Kerja Nyata , mahasiswa dituntut untuk mengimplementasikan wawasan ilmu pengetahuan yang ia miliki agar peka terhadap kondisi lingkungan masyarakat sekaligus guna mengembangkan masyarakat di  mana ia diterjunkan dalam program KKN . Tujuannya ialah sebagai bekal mahasiswa agar ketika lulus nanti ia mampu menjadi bagian dari warga Negara yang ikut serta dalam mengembangkan masyarakat, sehingga Negara mampu bersaing dengan  Negara lain. Selama ini Negara berkembang, khususnya Indonesia belum mampu bersaing dengan Negara lain karena warga nya masih menjadi penikmat atau konsumer produk dari Negara lain. Seharusnya di era yang sudah semakin maju ini, warga Negara Indonesia sudah mampu menjadi produsen sehingga mampu mendongkrak perkembangan Negara.

Berdasar latar belakang tersebut, penulis berinisiatif ingin mengembangkan negara  berkembang  melalui  Program  Kuliah  Kerja  Nyata  Internasional  yaitKamboja melalui pendampingan sosial keagamaan madrasah diniyah. Kamboja merupakan salah satu anggota Asia bagian tenggara ,yang juga menjadi tetangga Indonesia. Sepatutnya sebagai warga Negara Indonesia yang baik, ikut membantu pemberdayaan Negara tetangga dalam upaya menjaga ketertiban dunia.


Pembahasan


Program Kuliah Kerja Nyata yang sering dilakukan ialah pemberdayaan masyarakat, yakni Pemberdayaan masyarakat adalah upaya untuk memberikan daya (empowerment) atau penguatan (strengthening) kepada masyarakat. Pemberdayaan masyarakat juga diartikan sebagai kemampuan individu yang bersenyawa dengan masyarakat dalam membangun keberdayaan masyarakat yang bersangkutan  sehingga  bertujuan  untuk  menemukan  alternatif-alternatif  baru dalam pembangunan masyarakat (Mardikanto, 2014). Terdapat kerangka dalam upaya pemberdayaan masyarakat (empowering) dapat dikaji dari tiga aspek, Pertama, Enabling yaitu menciptakan suasana yang memungkinkan potensi masyarakadapaberkembang.  Kedua,Empowering  yaitu  memperkuat  potensi yang   dimiliki   masyaraka melalui   langka –   langka nyata   menyangkut penyediaan berbagai input dan pembukaan dalam berbagai peluang yang akan membuat masyarakat semakin berdaya. Ketiga, Protecting yaitu melindungi dan membela kepentingan masyarakat lemah. Pendekatan pemberdayaan pada intinya memberikan tekanan pada otonom pengambilan keputusan dari kelompok masyarakat yang berlandaskan pada sumbernya pribadi,langsung,demokratis, dan pembelajaran sosial (Noor,2011).ketiga aspek pemberdayaan tersebut berlaku untuk semua bidang, baik sosial,agama,pendidikan,budaya dan bidang lainnya.

Kamboja  sendiri  termasuk  dalam  negara  miskin  di  dunia.  Meskipun fasilitas pendidikan gratis sudah banyak tersedia di Kamboja, tetapi untuk pendidikan agama Islam masyarakat muslim di sana harus kembali mengeluarkan dana dalam membangun infrastruktur serta memberikan insentif untuk pengajar. Hal tersebut merupakan hal yang cukup berat bagi masyarakat muslim Kambojkarena perlu mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk membangun fasilitas pendidikan agama yang layak.


Pembangunan  madrasah  diniyah  di  desa-desa  tentu  merupakan  solusi dalam mempermudah transfer ilmu agama. Hanya saja masih banyak desa yang membutuhkan bantuan dari negara lain untuk membangun madrasah di sana. Malaysia,  Brunei,  bahkan  Singapura  sering  kali  terdengar  dalam  membantu saudara  sesama  warga  ASEAN  dan  juga  sesama  muslim.  Padahal  Singapura bukan negara dengan mayoritas agama Islam. Sayangnya, Indonesia yang terkenal sebagai negara dengan populasi muslim terbanyak di dunia jarang terdengar membantu tetangganya di ASEAN (Selasar,2017). Dalam rangka membantu saudara-saudara kita di Kamboja menghidupkan sebuah madrasah diniyah di sana, saya sebagai peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Sunan Kalijaga berinisiatif untuk mengumpulkan kebaikan-kebaikan dari masyarakat Indonesia untuk membangun   sebuah   perpustakaan   disana.Kami   mengajak   siapa   pun   yang membaca ini agar dapat terkolaborasi dalam kebaikan, baik itu dengan menyebarkan tulisan ini maupun dengan berdonasi.


Perpustakaan hingga kini masih dianggap sebagau  gudang  yang hanya menyimpan buku saja tanpa ada kegiatan lain. Unsur penting dalam sebuah perpustakaan ialah pelayanan. Selain mengumpulkan dan menyediakan informasi, perpustakaan juga sebagai wadah untuk mengembangkan ilmu pengetahuan melalui berbagai kegiatan. Madrasah diniyah juga memiliki kewajiban untuk membangun sebuah wahana belajar dan menambah wawasan pengetahuan sekaligus mengimplementasikan ketrampilan yang dimiliki oleh para siswanya. Kegiatan  yang akan  dibangun  dalam  perpustakaan madrasah  ialah  pendidikan pengguna atau user education, Makerspace corner atau ruang berkreasi,Sekolah Ketrampilan,Pojok Kitab dan Pojok Internet. Kegiatan tersebut berada di lingkungan madrasah sehingga akan mengikuti kaidah keislaman.

Pemberdayaan dengan pendampinga sosial keagamaan disini terlihat pada program perpustakaan yaitu hal utama ialah mengenalkan anak cara membaca al – qur’an dan mempelajari kitab, istilah dalam bahasa jawa ngaji. Selain itu juga mengajarkan praktek ibadah yang benar seperti sholat, wudhu, doa keseharian, dan latihan menjadi pendakwah. Kemudian pengajaran ilmu pengetahuan umum melalui koleksi perpustakaan yang akan disediakan. Koleksi ini nantinya akan meminta bantuan donasi dari para teman kuliah, Kampus UIN Sunan Kalijaga, masyarakat umum, donasi pribadi, dan juga meminta bantuan ke Kantor Kedutaan Besar Indonesia di Kamboja. Sasaran yang akan menjadi koleksi ialah ensiklopedi ilmu   pengetahuan   dan   Teknologi,koleksi   fiksi,   kamus   bahasa   asing,buku pedoman, buku aktivitas ketrampilan. Tidak ketinggalan ialah koleksi islami yaitu Juz amma, Qur’an, Kitab kitab agama islam, Buku kumpulan doa. Koleksi tersebut nantinya akan diolah secara sistematis melalui tahap seleksi buku, pengklasifikasian berdasarkan subjek,pembuatan katalog,dan pemberian label berwarna pada buku agar siswa mudah menemukan dan mengembalikan buku yang dicari dengan baik.


Program pelayanan lainnya ialah ruang berkreasi atau makerspace. Sesungguhnya  pelayanan  ini  tidak  harus  membutuhkan  ruang  secara  fisik. Program  ini  dapat  dilakukan  dimana saja bisa  diperpustakaasendiri,  di  luar ruangan outdoor. Dalam program ini, para siswa akan diberi kebebasan untuk membuat suatu produk sesuai dengan keahliannya, juga disediakan alat dan bahannya.kemudian siswa tersebut akan diberi apresiasi berupa hadiah atau penghargaan agar ia selalu termotivasi untuk berkarya,  Selain itu, juga diadakan kegiatan sekolah ketrampilan. Program ini memberikan pelatihan kepada siswa membuat suatu karya yang ia belum pernah sama sekali mencoba, sehingga nantinya diharapkan siswa dapat bertambah keahliannya selain keahlian murni yang ia miliki. Program ketrampilan ini akan berganti tema disetiap kegiatannya. Tujuannya agar siswa tidak merasa jenuh dengan program ini. ketrampilan yang akan diajarkan juga diusahakan tidak mengeluarkan biaya, karena melihat kondisi ekonomi  kamboja  yang  masih  rendah.  Dari  bahan  tanpa  nilai,  akan  menjadi
barang bernilai. Itulah prinsipnya. Seperti pembuatan keset dari kain perca, pembuatan robot atau wayang menggunakan kertas karton, pembuatan mobil dengan bahan kertas karton dan roda berasal dari karet sandal, dan ketrampilan lainnya.


Selanjutnya program yang tidak kalah penting ialah pelatihan bahasa asing dan pojok internet. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin maju, oleh karena itu, siswa wajib dibekali bahasa internasional khususnya bahasa asing dan arab.harapannya ialah siswa madrasah mampu bersaing dengan pesatnya perkembangan  zaman  ini,  sehinggiakan  mampu  mendongkrak  kemajuan Negara Kamboja sendiri. Selain itu pojok internet ini ialah besar harapan saya dapat  menyediakan  peralatan  internet  seperti  seperangkat  Personal  Computer (PC) dan jaringan internet.  Tujuannya ialah siswa tidak merasa asing dengan perkembangan teknologi sekaligus dapat mengikutinya, karena itu menyangkut dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang harus mereka ikuti. Program ini tentunya tidak mampu saya lakukan sendiri, tetapi juga membutuhkan bantuan berbagai pihak, masyarakat umum, pemerintah setempat, juga Duta Besar Indonesia di Kamboja. Meskipun nantinya program ini belum pasti terlaksana, setidaknya  tetap  dimasukkan  dalam  rencana  pemerintah  setempat  khususnya, karena para siswa madrasah ialah generasi penerus bangsa yang nantinya akan memajukan Negara menjadi Negara yang sejahtera,makmur dan mampu bersaing dengan Negara Lain.


      Kemudian selain pengajaran dan penyediaan , penulis berinisiatif mengadakan program User Education atau pendidikan pengguna. kegiatan ini penting dilakukan karena menyangkut keberhasilan para siswa dalam menelusuri informasi yang dibutuhkan melalui perpustakaan. nantinya , para siswa akan diajarkan mencari informasi dalam bentuk koleksi melalui kataloyang telah dibuat. Kemudian dari katalog tersebut akan ditemukan nomor subjek. Nomor tersebut akan digunakan untuk menelusuri, karena koleksi sudah tersusun berdasarkan urut nomor klasifikasi. Selain menelusuri, para siswa juga diajarkacara mengembalikan koleksi tersebut kedalam rak kembali. Pengajaran ini cukup mudah karena berpedoman pada label berwarna yang tertempel pada punggung buku. Warna masing masing buku berbeda, karena satu warna berlaku untuk satu  subjek.  Sehingga  nantinya  mudah  dalam  pengembalian  tanpa  merusak susunan  buku.  Intinya  ,  pendidikan  pengguna  ini  akan  menjadikan  siswa menelusuri informasi secara mandiri, tanpa harus memerlukan bantuan pustakawan atau pengelola perpustakaan. Pendidikan pengguna ini juga akan diajarkan kepada para pendidik madrasah dengan harapan mereka dapat menjadi pengelola perpustakaan yang baik untuk seterusnya. Sehingga, meskipun nantinya program Kuliah Kerja Nyata (KKN) berakhir, perpustakaan beserta program programnya akan tetap berjalan dikelola oleh staff madrasah.

Penutup

Program Pemberdayaan Masyarakat Sosial Keagamaan melalui pelayanan perpustakaan   ini ialah   upaya   penulis   mewujudkan   generasi   islami   yang cerdas, maju dan berakhlak. Perpustakaan bukan hanya sebagai gudang buku saja melainkan sebagai wahana informasi, pendidikan, penelitian, kebudayaan, kreasi dan rekreasi. Sehingga diselenggarakan pula pelayanan selain penyediaan buku, pelayanan yang menarik dan membekali ketrampilan para siswa. Mereka tidak hanya sekedar membaca buku saja, tetapi juga mempraktikkan langsung informasi yang mereka baca tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar