Perguruan tinggi atau dikenalnya Universitas
memiliki kewajiban menjalankan Tridharma
Perguruan
Tinggi yang termaktub dalam
UU
No.
12
Tahun 2012 pasal 49 tentang
Pendidikan Tinggi. Tridharma tersebut yaitu menyelenggarakan pendidikan
dan
pengajaran, penelitian
dan pengembangan,
serta pengabdian masyarakat. Tujuan dari kewajiban tersebut tidak lain ialah
menyiapkan anak didiknya menjadi generasi muda yang mampu membangun
bangsa Indonesia ke arah yang lebih maju seperti yang
di cita – cita kan para pahlawan. Aspek dari tridharma
tersebut saling berkaitan, di mana penyelenggaraan pendidikan menjadi bekal mahasiswa untuk
menciptakan dan menambah wawasan ilmu
pengetahuan
melalui penelitian,
kemudian wawasan
tersebut
diimplementasikan dalam lingkungan masyarakat dalam rangka
memajukan kesejahteraan
bangsa
melalui pengabdian masyarakat.
Salah satu bentuk pengabdian masyarakat dalam dunia perguruan tinggi
ialah Program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Program tersebut menjadi mata kuliah
wajib bagi seluruh mahasiswa sekaligus sebagai syarat kelulusan nanti. Pada Kuliah Kerja Nyata , mahasiswa dituntut untuk mengimplementasikan wawasan
ilmu
pengetahuan yang ia
miliki agar
peka terhadap kondisi
lingkungan
masyarakat sekaligus guna
mengembangkan masyarakat di mana
ia diterjunkan dalam program KKN . Tujuannya ialah sebagai bekal mahasiswa
agar ketika lulus nanti ia mampu menjadi bagian dari warga Negara yang
ikut serta dalam
mengembangkan masyarakat,
sehingga Negara mampu bersaing dengan
Negara lain.
Selama ini Negara
berkembang, khususnya Indonesia
belum mampu bersaing
dengan Negara lain karena
warga
nya masih menjadi penikmat atau konsumer produk dari Negara lain. Seharusnya
di era yang sudah semakin maju ini, warga
Negara Indonesia sudah mampu menjadi produsen sehingga mampu mendongkrak
perkembangan Negara.
Berdasar latar belakang tersebut, penulis berinisiatif ingin mengembangkan negara berkembang
melalui
Program
Kuliah
Kerja
Nyata
Internasional
yaitu Kamboja
melalui pendampingan sosial keagamaan madrasah diniyah. Kamboja
merupakan salah satu anggota Asia bagian tenggara ,yang juga menjadi tetangga
Indonesia. Sepatutnya sebagai warga Negara Indonesia
yang baik, ikut membantu
pemberdayaan Negara
tetangga dalam
upaya menjaga ketertiban dunia.
Pembahasan
Program Kuliah Kerja Nyata yang sering dilakukan ialah pemberdayaan
masyarakat, yakni Pemberdayaan masyarakat adalah upaya untuk
memberikan daya (empowerment) atau penguatan (strengthening) kepada masyarakat.
Pemberdayaan masyarakat juga diartikan
sebagai kemampuan individu yang
bersenyawa
dengan masyarakat dalam membangun keberdayaan masyarakat yang bersangkutan sehingga
bertujuan
untuk
menemukan alternatif-alternatif baru dalam
pembangunan
masyarakat (Mardikanto, 2014). Terdapat kerangka dalam upaya pemberdayaan masyarakat
(empowering)
dapat dikaji dari tiga aspek, Pertama, Enabling yaitu menciptakan suasana yang
memungkinkan potensi masyarakat dapat berkembang. Kedua,Empowering yaitu
memperkuat potensi yang
dimiliki masyarakat melalui langkah – langkah nyata menyangkut penyediaan berbagai input
dan
pembukaan dalam berbagai peluang yang akan membuat masyarakat semakin
berdaya. Ketiga, Protecting yaitu
melindungi dan
membela kepentingan
masyarakat lemah. Pendekatan pemberdayaan
pada intinya
memberikan tekanan pada
otonom pengambilan keputusan dari kelompok
masyarakat yang berlandaskan
pada
sumbernya pribadi,langsung,demokratis, dan
pembelajaran sosial (Noor,2011).ketiga
aspek pemberdayaan tersebut berlaku untuk semua bidang, baik
sosial,agama,pendidikan,budaya dan
bidang lainnya.
Kamboja sendiri
termasuk
dalam negara
miskin di dunia. Meskipun fasilitas pendidikan gratis sudah
banyak
tersedia
di Kamboja,
tetapi untuk pendidikan agama Islam masyarakat muslim di sana
harus kembali mengeluarkan
dana dalam membangun infrastruktur serta memberikan insentif
untuk pengajar. Hal tersebut merupakan hal yang cukup berat bagi masyarakat muslim Kamboja karena perlu mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk membangun fasilitas
pendidikan agama yang layak.
Pembangunan
madrasah diniyah
di desa-desa tentu
merupakan solusi
dalam mempermudah transfer ilmu agama. Hanya saja
masih banyak desa yang membutuhkan bantuan dari negara lain untuk membangun madrasah di sana. Malaysia, Brunei,
bahkan Singapura sering kali terdengar
dalam membantu
saudara sesama warga ASEAN dan
juga sesama
muslim. Padahal Singapura
bukan negara
dengan mayoritas agama Islam. Sayangnya, Indonesia yang
terkenal
sebagai negara dengan populasi muslim terbanyak di dunia jarang
terdengar membantu tetangganya di ASEAN (Selasar,2017). Dalam rangka
membantu
saudara-saudara kita di Kamboja menghidupkan sebuah madrasah diniyah di sana, saya sebagai peserta
Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Sunan Kalijaga berinisiatif untuk
mengumpulkan kebaikan-kebaikan
dari masyarakat Indonesia
untuk membangun sebuah perpustakaan disana.Kami mengajak
siapa pun yang
membaca ini agar dapat terkolaborasi dalam kebaikan, baik itu dengan menyebarkan tulisan
ini maupun dengan
berdonasi.
Perpustakaan hingga kini masih dianggap sebagau gudang yang hanya
menyimpan buku saja
tanpa ada
kegiatan lain. Unsur penting dalam sebuah perpustakaan ialah
pelayanan. Selain mengumpulkan dan
menyediakan informasi, perpustakaan juga sebagai wadah untuk
mengembangkan ilmu pengetahuan melalui berbagai kegiatan. Madrasah
diniyah juga memiliki kewajiban
untuk membangun sebuah wahana belajar
dan
menambah wawasan pengetahuan sekaligus mengimplementasikan ketrampilan yang
dimiliki oleh para siswanya. Kegiatan
yang akan
dibangun dalam perpustakaan madrasah ialah pendidikan pengguna atau user education, Makerspace corner atau ruang
berkreasi,Sekolah Ketrampilan,Pojok Kitab dan Pojok Internet. Kegiatan tersebut berada
di lingkungan
madrasah sehingga akan
mengikuti kaidah keislaman.
Pemberdayaan dengan pendampinga sosial keagamaan disini terlihat pada program perpustakaan yaitu hal utama ialah mengenalkan anak cara membaca al – qur’an dan mempelajari kitab, istilah dalam bahasa jawa ngaji. Selain itu juga mengajarkan praktek ibadah yang benar seperti sholat, wudhu,
do’a keseharian,
dan latihan menjadi pendakwah. Kemudian pengajaran
ilmu
pengetahuan umum
melalui koleksi perpustakaan yang akan disediakan. Koleksi ini nantinya
akan
meminta bantuan donasi dari para teman kuliah, Kampus UIN Sunan Kalijaga, masyarakat umum, donasi pribadi,
dan
juga meminta bantuan ke Kantor Kedutaan
Besar Indonesia
di Kamboja. Sasaran yang akan menjadi koleksi ialah ensiklopedi
ilmu
pengetahuan dan Teknologi,koleksi fiksi,
kamus bahasa
asing,buku pedoman, buku aktivitas ketrampilan. Tidak ketinggalan ialah koleksi
islami yaitu
Juz amma, Qur’an, Kitab – kitab agama islam, Buku kumpulan do’a. Koleksi tersebut nantinya akan diolah secara sistematis melalui tahap seleksi buku,
pengklasifikasian
berdasarkan subjek,pembuatan
katalog,dan pemberian
label berwarna pada buku agar siswa mudah menemukan dan mengembalikan buku
yang dicari
dengan baik.
Program pelayanan lainnya ialah ruang
berkreasi atau makerspace. Sesungguhnya
pelayanan ini tidak harus membutuhkan
ruang secara fisik. Program
ini dapat
dilakukan
dimana saja bisa
diperpustakaan
sendiri, di
luar ruangan outdoor. Dalam program ini, para
siswa akan diberi kebebasan untuk
membuat suatu produk sesuai
dengan keahliannya, juga
disediakan alat dan bahannya.kemudian siswa tersebut akan diberi apresiasi berupa
hadiah atau
penghargaan agar
ia selalu termotivasi untuk berkarya, Selain itu, juga
diadakan
kegiatan
sekolah ketrampilan. Program ini memberikan pelatihan
kepada
siswa membuat suatu karya yang ia
belum pernah sama sekali mencoba, sehingga nantinya diharapkan siswa
dapat bertambah keahliannya
selain keahlian murni
yang ia miliki. Program ketrampilan ini akan berganti tema disetiap kegiatannya. Tujuannya agar siswa tidak merasa jenuh dengan program ini. ketrampilan yang
akan diajarkan juga diusahakan tidak mengeluarkan biaya, karena melihat kondisi ekonomi
kamboja
yang masih rendah.
Dari bahan tanpa nilai, akan menjadi
barang bernilai. Itulah prinsipnya. Seperti pembuatan keset dari kain perca,
pembuatan robot atau wayang menggunakan kertas
karton,
pembuatan mobil
dengan bahan kertas karton dan roda
berasal dari karet sandal, dan ketrampilan
lainnya.
Selanjutnya program yang
tidak kalah penting ialah pelatihan bahasa asing dan
pojok internet. Perkembangan
ilmu pengetahuan dan
teknologi semakin
maju, oleh karena itu, siswa
wajib dibekali bahasa internasional khususnya bahasa asing
dan
arab.harapannya ialah siswa madrasah mampu bersaing dengan pesatnya
perkembangan zaman
ini, sehingga ia akan
mampu
mendongkrak kemajuan
Negara
Kamboja sendiri. Selain itu pojok internet ini ialah besar harapan saya dapat menyediakan peralatan
internet seperti
seperangkat
Personal Computer
(PC) dan jaringan internet.
Tujuannya ialah siswa tidak merasa asing dengan perkembangan teknologi sekaligus dapat mengikutinya, karena itu menyangkut dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang
harus mereka ikuti. Program ini tentunya tidak mampu saya lakukan sendiri, tetapi juga
membutuhkan bantuan berbagai pihak, masyarakat umum, pemerintah setempat, juga Duta
Besar Indonesia di Kamboja. Meskipun nantinya
program ini belum pasti terlaksana,
setidaknya tetap
dimasukkan
dalam rencana pemerintah
setempat
khususnya,
karena para
siswa madrasah ialah generasi penerus bangsa yang nantinya akan
memajukan Negara menjadi Negara yang sejahtera,makmur dan mampu bersaing dengan Negara Lain.
Kemudian selain pengajaran
dan penyediaan ,
penulis berinisiatif mengadakan program User Education atau pendidikan
pengguna. kegiatan
ini penting dilakukan karena menyangkut keberhasilan para
siswa dalam menelusuri informasi yang
dibutuhkan melalui perpustakaan. nantinya , para siswa akan diajarkan mencari informasi dalam bentuk koleksi melalui katalog yang telah
dibuat. Kemudian dari katalog tersebut akan ditemukan
nomor subjek. Nomor tersebut akan digunakan
untuk menelusuri, karena koleksi sudah tersusun
berdasarkan urut nomor klasifikasi. Selain menelusuri, para siswa juga diajarkan cara mengembalikan koleksi tersebut kedalam rak kembali. Pengajaran ini cukup
mudah karena berpedoman
pada label berwarna yang tertempel pada punggung buku. Warna masing
– masing buku berbeda, karena satu warna berlaku untuk satu
subjek. Sehingga
nantinya mudah dalam pengembalian tanpa merusak
susunan buku. Intinya , pendidikan
pengguna
ini akan menjadikan
siswa menelusuri informasi secara mandiri, tanpa harus memerlukan bantuan pustakawan
atau pengelola perpustakaan. Pendidikan pengguna ini juga akan diajarkan kepada para
pendidik madrasah dengan harapan mereka dapat menjadi pengelola perpustakaan yang baik untuk seterusnya. Sehingga, meskipun nantinya program
Kuliah Kerja Nyata
(KKN)
berakhir, perpustakaan beserta program – programnya akan tetap
berjalan dikelola oleh
staff madrasah.
Penutup
Program
Pemberdayaan Masyarakat
Sosial Keagamaan melalui
pelayanan
perpustakaan
ini ialah upaya penulis mewujudkan generasi
islami
yang
cerdas, maju dan berakhlak. Perpustakaan bukan hanya sebagai gudang
buku
saja melainkan sebagai wahana informasi,
pendidikan, penelitian,
kebudayaan,
kreasi dan
rekreasi. Sehingga diselenggarakan pula pelayanan selain penyediaan buku,
pelayanan yang menarik dan membekali ketrampilan para siswa. Mereka tidak hanya sekedar membaca buku saja, tetapi juga mempraktikkan langsung
informasi
yang mereka baca tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar