Rabu, 12 Februari 2020

Rencana Pengembangan Diniyah Pesantren di Masyarakat Kamboja


 Oleh: Dliyaul Haq (Hukum Keluarga Islam)

Nama lengakap saya Dliyaul Haq, biasa teman-teman disekeliling saya memanggil Dliya, sekarang saya berkesempatan belajar dalam program studi Hukum Keluarga Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta angktan tahun 2016. Saya berasal dari Jawa Timur tepatnya di Gresik. Pendidikan formal saya, lulusan MAN Kandangan Kediri dan non formalnya Majlis Raudlatul Quran Kediri. Pada saat peenulis melanjutkan sekolah SMP dan SMA di di Kediri penulis tinggal di Pondok pesantren Kediri dan sekarang sedang belajar di Pondok Pesantren Wahid Hasyim Yogyakarta. Inilah salah satu alasan yang membuat penulis   tertarik untuk mengikuti KKN tematik di kamboja yang bertema Pemberdayaan Sosial keagamaan melalui pendampingan madarasah diniyah, yang dengan itu penulis tertarik mengajar Ilmu Al-quran..

Pada KKN angkatan ke-99 tahun 2019 kali ini ada yang unik yakni KKN tematik yang bertempat di Kamboja yang di laksankan oleh universitas dibawah LPPM UIN Sunan kalijaga yang akan di laksanakan di Kamboja kurang lebih 30 hari dengan fokus Pemberdayaan  Sosial keagamaan  melalui pendampingan  madarasah  diniyah.  Dalam acara yang akan diselenggarakan berupa pegabdian masyarakat kurang lebih selama 30 hari, dengan waktu sesingakat itu diharapkan semua program terlaksana semua. Maka sehubung dengan itu maka penting sekali merenacang proram yang seefisien mungkin dengan waktu  yang  terbatas  dan yang  terpenting  adalah  masyarakat  bisa  menerima program kami. Penting sekali memilih orang-orang yang sudah berpengalaman dalam pemberdayaan Masyarakat yang terkhusus melalui pendampingan madrasah diniah. Memilih kreteria ini yang pasti dilihat dari pengalaman dan juga kehidupan sehari-sehari, apakah kandidat mampu melaksanakan hal ini atau tidak.

Berbicara madrasah diniah banyak sekali mata pelajaran yang dibahas didalamnya yang diketahui penulis, seperti apa yang sedang penulis lakukan sehari-hari di pondok pesatren Wahid Hasyim Yogyakarata yang tiap malam selepas sholat isya melakukan madrasah diniyah. Dalam kelas ada bermacam-macam mata pelajaran yang mana itu semua tergantung kelas apa mereka masuk. Seperti saja kelas Ula: didalamnya membahas mengenai Tadhib dalam segi fikihnya, alatnya Nahwu shorof dan akhlaknya At-tibyan fi hamalitil Quran begitu juga dengan kelas Wustho, dan Ulya. Apabila sudah lulus dari Madrasah Diniyah akan lanjut di Mahad Aly Wahid Hasyim yang pada akhirnya akan lulus  dalam  waktu  3  tahun  dan  juga  pada  akhirnya  mendapat  gelar  sama  dengan menempuh setara S1.

Dari berbagai mata pelajaran yang terdapat dalam madin tersebut pelamar tertarik pada satu mata pelajaran mengenai Al-quran. Dari mulai ilmu tajwid, ghorib dan sampai kepada adab orang penghafal al-quran. Ilmu tajwid kitab karangan Syifaul Janan fi Tarjamah Hidayatus sibyan dan adabnya tibyan fi adabi hamalatil quran. Dari keduanya penulis diajar oleh K. Abdul Haris Gresik dan KH Imam Hambali Kediri Jawa timur yang kedunya adalah para penjaga Al-quran. Kedua kitab itu penulis lanjutkan di pondok yang sekarang penulis tinggal yakni di Wahid Hasyim.

Disamping saat ini saya (pelamar/penulis) sudah mendapat teori mengenai cara membaca, pembacaan yang khusus dan juga adab-adabnya penting juga bagaimana cara pengaplikasian nya dalam penenerapan. Pada tahap pengaplikasin nya ini pelamar juga sudah mengajar di Asrama Alfarabi Pondok pesatren Wahid Hasyim sebagai pengajar dalam mata pelajaran ilmu Tajwid dan juga mengajar ngaji santri-santri putra. Disamping di dalam pondok pelamar juga aktif dalam mengajar di luar pondok, sekarang pelamar masih menjadi pengajar di TPA Budi Mulya Terban 2 yang berada tidak jauh dari sekitar pondok pelamar.

Menjadi perpaduan yang sangat apik jika antara teori dan pengalam diperpadukan. Bagaimana para santri menyerap ilmu yang disampaikan oleh pak garu dan bu guru, karena tak mudah sebenarnya memahamkan orang, apalagi yang dialami pelamar dalam mengajar mereka yang masih duduk dibangku PAUD dan TK akan super kesabaran ketika mengajardan menghadapi mereka.

Metode yang di ajarkan di TPA Terban dengan sistem setoran (satu-satu bergilir ngaji dihadapan Ustad atau ustadzah) dan sebagian dari merka yang tidak mendapat giliran setoran mengerjakkan tugas yang ada pada saat itu, biasanya tugas mereka mewarnai, menebali tulisan Arab, menggambar mainan kesukaan dll. Selain belajar mengenai mata pelajaran, dalam TPA tersebut juga ada mengenai bimbingan dalam perlombaan dan juga dalam pertunjukkan akhir tahun nya, yang pada saat ini mempertunjukkan tari-tari yang di iringi dengan musik religi.


Pengalaman mengajar penulis juga didukung dengan pengalaman pengabdian masyarakat di salah satu dusun di Kulonprogo, dusun Petet desa Ngargosari kecamatan Samaigaluh yang terletak di dalam pegunung-pegunungan dengan medan yang super exstrim. Penulis melakukan pengabdian ini mengikuti open recruitment yang diselenggarakan oleh UKM Jamaah Shalahuddin UGM dengan even Sajadha ( safari jamaah shalahuddin dalam idul adha) yang diselenggarakan pada 16-22 Agustus 2018. Sesuai dengan nama acaranya kami membantu dalam perayaan Idul Adha dan juga membantu warga sekitar dalam mengerjakan pekerjaan sehari-hari dengan sistem orang tua angkat. Kami mengikuti salah satu warga seperti menjadi anak angkat. Disini penulis membantu dalam mencari rumput, mengeringkan padi, belanja kepasar dan juga pengalaman yang tak terlupakan membantu mengawinkan kambing, karena orang tua angkat yang pelamar tempati adalah sebagai ketua paguyuban domba etawa di desa tersebut. Tiap pagi warga sekitar berdatangan kerumah untuk mengawinkan kambingnya.

Disamping dalam pelajaran al-quran saya juga dapat mengajar mengenai fikih itu sendiri, karena saya dalam kuliah di UIN juga mengenai Hukum yang jauh banyak sedikit mengetahui mengenai hukum islam maupun hukum yang isla yang di Indonesiakan, seperti tata cara thoharoh dan zakat. Tapi ini tidak begitu mumpuni. Begitu juga dengan masalah nahwu shorof dalam kalimat susunan Arab.

Dari semua pengalaman yang suda saya lakuakan, saya akan membuat pengalaman pengabdian di madrasah diniyah di lain negara, yang secara otomatis berbeda dalam semua hal. Dengan prinsip belajar sambil mengajar otomatis ketika itu tidak sesuai maka kami akan mengubah dengan bantuan dosen pembimbing dan juga dengan masukan masyarakat. Perlu di ingat KKN kali ini berada di luar negeri yang mana pasti dari budaya, karakter, kebiasaan berbeda tentunya dengan yang ada di Indonesia. Maka selanjutnya akan diubah sesuai dengan bimbingan pendamping KKN dan juga berdasarkan pengalaman yang ada bagaimana cara menyikapinya

Rencana penulis lakukan dalam KKN kali ini yang bertempat di Kamboja, karena belum mengetahui mengenai kami akan berkontribusi dimana, dan dengan madrasah diniah yang seperti apa, maka saya berasumsi bahwa KKN kali ini berada dalam Masyarakat Muslim yang mana saya Fokus pada pendidikan Islam di daerah tersebut. Yang mana dalam KKN saya akan banyak berjumpa dengan dunia anak-anak untuk mengajar ilmu Agama.

Berdasarkan kemampuan dan pengalaman yang penulis punya, penulis akan mencoba merancang program seperti dibawah ini. Pertama, belajar bersama mereka dalam kelas dengan metode fun. Model ini adalah dimana sebelum memulia mata pelajaran kita bersama-sama membaca doa belajar dan dilanjutkan dengan memberi materi hadis-hadis yang sesuai dengan anak kecil. Seperti hadis larangan marah, anjuran tersenyum, dan kemuliaan belajar Al-quran.

Kedua, setelah melaksanakan yang pertama, kami belajar sedikit mengenai bacaan- bacaan dalam al-quran (tajwid). Dalam hal ini akan menjelaskan bagaimana hukum bacaan dan cara membaca ini. Saya dalam hal ini berpedoman dalam nadhom Bidayatul Hidayah, nadhom tentang ilmu tajwid yang berupa syiir-syiir yang juga dilanjutakan dengan bernyanyi bersama, melantunkan syiir tersebut.

Ketiga, dilanjutkan dengan Setoran (membaca satu persatu-satu di hadapan guru). Ini sangat  penting  dalam proses  belajar  Al-quran  supaya  antara  Guru  dan  murud  bisa langsung saling berhadap-hadapan dan bisa langsung mengidentifikasi bacaan si Anak. Bagi mereka yang belum jadwalnya setoran bisa di isi dengan diberikan tugas menggambar,  mewarnai dan menebali huruf. Yang pada akhir sesi ini semua tugas dikumpulkan dan dikasih nilai dengan sistem memberi bintang dalam tugas si anak. Yang semua ini dari pihak pegajar menyediakan semunya.

Keempat, KKN kali ini dilakukan dalam bulan Agustus yang dalam bulan itu ada tanggal penting bagi sejarah Indonesia yakni tanggal 17 Agustus yang diperingati dengan kemerdekaan Indonesia. Pada tanggal tersebut tidak hanya warga negara Indonesia yang berbahagia akan tetapi dengan adanya kami melakukan pengabdian disana kami akan membagi kebahagian itu juga kepada meraka melalui even Hari bahagia bersama yang didalamnya akan diadalakan berbagai lomba dengan melibatkan warga dan juga melibatkan anak-anak diniyah. Lomba untuk anak kecil bisa berupa lomba membaca Al- quran, Hafalan ayat dan nadhoman, dan juga juga mewarnai. Untuk pemuda dan warga bisa diadakan lomba yang biasanya dilakukan di Indonesia saat tujuh belasan, seperti tarik tambang, balap karung, pecah air dll. Akan tetapi karena KKN kita belum pasti tangganya apakah juga bertepatan dengan ini atau tidak maka ketika tidak bertepatan dengan 17Agustus acara ini bisa dilaksanakan pada  lain  kesempatan.  Rencana acara ini akan dilaksanakan pada pertengahan ataupun penghujung KKN kami.

Kelima, acara terakhir yakni berkumpul bersama-sama pada akhir acara puncak yang didalmnya memuat acara perpisahan dengan warga, saling minta maaf, dan penampilan dari anak-anak diniyah yang kami ajar dan pada akhirnya juga di akhiri dengan pembagian hadiah berdasarkan juara pada perlombaan yang sudah dilaksanakan. Dan pada akhirnya juga bisa pengumuman hadiah dari undian yang sudah di bagi-bagi ke warga masyarakat atau bisa jug dengan kuis tentang ke-Indonesiaan, bagamana menurut mereka Indonesia ini dan apa yang mereka ketahui tentang Indonesia.

Sekian dari apa yang saya rencanakan, memang tidak terlalau besar rencana ini tetapi itu bukan berarti rencana yang tidak baik ataupun jelek karena rencana yang baik adalah rencana yang bisa dilaksanakan sepenuhnya dan juga selesai sesuai yang diharapakan dan minim sekali kekurangan dan kesalahan. Dan pada akhirnya diharapkan dengan program- program kami laksankan bisa bermanfaat bagi masyarakat seluruhnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar