Oleh: Dliyaul Haq (Hukum Keluarga Islam)
Nama lengakap saya Dliya’ul Haq, biasa teman-teman disekeliling saya memanggil Dliya, sekarang saya berkesempatan belajar dalam program studi Hukum Keluarga Islam
UIN
Sunan Kalijaga Yogyakarta angktan
tahun 2016. Saya berasal
dari Jawa Timur
tepatnya di Gresik. Pendidikan formal saya, lulusan MAN Kandangan Kediri dan non formalnya Majlis
Raudlatul Qur’an Kediri. Pada saat peenulis melanjutkan sekolah SMP dan SMA di di Kediri penulis tinggal di Pondok pesantren Kediri dan sekarang sedang
belajar di
Pondok Pesantren Wahid Hasyim Yogyakarta. Inilah salah satu alasan yang
membuat penulis tertarik untuk mengikuti KKN tematik di kamboja yang bertema
Pemberdayaan Sosial
keagamaan melalui pendampingan madarasah diniyah, yang
dengan itu penulis tertarik mengajar Ilmu Al-quran..
Pada
KKN angkatan ke-99 tahun 2019 kali ini ada yang unik yakni KKN tematik yang bertempat di Kamboja yang di laksankan
oleh universitas dibawah
LPPM UIN Sunan kalijaga yang akan di laksanakan di Kamboja kurang lebih 30 hari dengan fokus Pemberdayaan Sosial keagamaan
melalui pendampingan
madarasah diniyah.
Dalam acara yang akan
diselenggarakan
berupa pegabdian masyarakat kurang lebih selama 30
hari, dengan waktu sesingakat itu diharapkan semua program
terlaksana semua. Maka
sehubung dengan itu maka penting sekali
merenacang proram yang seefisien mungkin
dengan waktu yang terbatas
dan yang terpenting adalah masyarakat
bisa menerima
program kami. Penting sekali memilih orang-orang yang sudah berpengalaman dalam pemberdayaan Masyarakat yang terkhusus melalui
pendampingan madrasah diniah. Memilih kreteria ini yang pasti dilihat dari pengalaman dan juga kehidupan sehari-sehari, apakah kandidat mampu melaksanakan hal ini atau tidak.
Berbicara madrasah
diniah banyak sekali mata pelajaran yang dibahas didalamnya yang diketahui
penulis, seperti apa yang sedang penulis lakukan sehari-hari
di
pondok pesatren Wahid Hasyim Yogyakarata yang tiap malam
selepas sholat isya melakukan madrasah diniyah. Dalam
kelas ada bermacam-macam mata pelajaran yang mana itu semua tergantung kelas apa mereka masuk. Seperti saja kelas Ula: didalamnya membahas mengenai Tadhib dalam segi fikihnya, alatnya Nahwu shorof dan akhlaknya At-tibyan fi hamalitil Qur’an begitu juga dengan kelas Wustho, dan Ulya. Apabila sudah lulus dari Madrasah Diniyah akan lanjut di Ma’had Aly Wahid Hasyim yang pada akhirnya akan lulus dalam waktu 3 tahun dan
juga
pada akhirnya mendapat
gelar sama
dengan menempuh setara S1.
Dari berbagai mata pelajaran yang terdapat dalam madin tersebut pelamar tertarik pada satu mata pelajaran mengenai Al-quran. Dari mulai ilmu tajwid, ghorib dan
sampai
kepada adab orang penghafal al-quran. Ilmu tajwid kitab karangan Syifaul Janan fi Tarjamah Hidayatus sibyan dan adabnya tibyan fi adabi hamalatil quran. Dari keduanya
penulis diajar oleh K. Abdul Haris Gresik dan KH Imam Hambali Kediri Jawa timur yang kedunya adalah para penjaga Al-quran. Kedua kitab itu penulis
lanjutkan di pondok yang
sekarang penulis tinggal yakni di Wahid Hasyim.
Disamping saat ini saya (pelamar/penulis) sudah mendapat teori mengenai cara
membaca, pembacaan yang khusus
dan juga adab-adabnya penting juga bagaimana cara pengaplikasian nya dalam
penenerapan. Pada tahap pengaplikasin nya ini pelamar juga
sudah mengajar di Asrama Alfarabi Pondok pesatren Wahid Hasyim sebagai pengajar
dalam mata pelajaran ilmu Tajwid dan juga mengajar ngaji santri-santri putra. Disamping di
dalam pondok pelamar juga aktif dalam mengajar di luar pondok, sekarang pelamar
masih menjadi pengajar di TPA Budi Mulya Terban 2 yang berada tidak jauh dari sekitar pondok pelamar.
Menjadi
perpaduan yang sangat apik jika antara teori dan pengalam diperpadukan.
Bagaimana para santri
menyerap ilmu yang disampaikan oleh
pak
garu dan
bu
guru, karena tak mudah
sebenarnya memahamkan orang, apalagi yang dialami pelamar dalam mengajar mereka yang masih duduk dibangku PAUD dan TK akan super kesabaran ketika mengajardan menghadapi mereka.
Metode yang di ajarkan di TPA Terban dengan sistem setoran (satu-satu bergilir ngaji
dihadapan
Ustad atau ustadzah) dan sebagian
dari merka yang tidak mendapat giliran
setoran mengerjakkan tugas yang ada pada saat itu, biasanya tugas mereka mewarnai,
menebali tulisan Arab, menggambar mainan kesukaan dll. Selain belajar mengenai mata
pelajaran, dalam TPA tersebut juga ada mengenai bimbingan dalam perlombaan dan juga dalam
pertunjukkan akhir tahun nya, yang pada saat ini mempertunjukkan tari-tari yang di iringi dengan musik religi.
Pengalaman mengajar penulis juga didukung dengan pengalaman
pengabdian masyarakat di
salah satu dusun di Kulonprogo, dusun Petet desa Ngargosari kecamatan Samaigaluh yang terletak di dalam
pegunung-pegunungan dengan medan yang super
exstrim. Penulis melakukan
pengabdian ini mengikuti open recruitment yang diselenggarakan
oleh UKM Jamaah Shalahuddin UGM dengan even
Sajadha ( safari jamaah shalahuddin dalam idul adha) yang diselenggarakan pada 16-22 Agustus 2018. Sesuai dengan nama acaranya kami membantu dalam perayaan Idul Adha dan juga membantu warga sekitar dalam mengerjakan pekerjaan sehari-hari
dengan sistem
orang
tua
angkat. Kami mengikuti salah satu warga seperti menjadi anak angkat. Disini penulis membantu dalam mencari rumput, mengeringkan padi, belanja kepasar dan juga pengalaman yang tak
terlupakan membantu mengawinkan
kambing, karena orang tua
angkat yang pelamar tempati adalah sebagai ketua paguyuban domba etawa di desa tersebut. Tiap pagi warga sekitar berdatangan kerumah untuk mengawinkan kambingnya.
Disamping dalam
pelajaran al-quran saya juga dapat mengajar mengenai fikih itu sendiri, karena saya dalam kuliah di UIN juga mengenai Hukum yang jauh banyak sedikit mengetahui mengenai hukum islam maupun hukum yang isla yang di
Indonesiakan, seperti tata cara thoharoh dan zakat. Tapi ini tidak begitu mumpuni. Begitu juga dengan masalah nahwu shorof dalam kalimat susunan Arab.
Dari
semua pengalaman yang suda saya lakuakan, saya akan membuat pengalaman pengabdian
di madrasah diniyah di lain negara, yang secara otomatis berbeda dalam semua hal.
Dengan prinsip belajar sambil mengajar otomatis ketika itu tidak sesuai maka kami akan mengubah
dengan bantuan dosen
pembimbing dan juga dengan masukan masyarakat. Perlu di ingat KKN kali ini berada di luar negeri yang mana pasti dari budaya, karakter, kebiasaan berbeda tentunya dengan yang ada di Indonesia. Maka selanjutnya akan diubah sesuai dengan bimbingan pendamping KKN dan juga berdasarkan pengalaman yang ada bagaimana cara menyikapinya
Rencana penulis lakukan dalam KKN kali ini yang bertempat di Kamboja, karena belum mengetahui mengenai
kami
akan berkontribusi
dimana, dan dengan madrasah diniah yang seperti apa, maka saya berasumsi bahwa KKN kali ini berada dalam Masyarakat Muslim yang mana saya Fokus pada pendidikan Islam di daerah tersebut. Yang mana dalam KKN saya akan banyak berjumpa dengan dunia anak-anak untuk mengajar ilmu Agama.
Berdasarkan kemampuan dan pengalaman yang penulis
punya, penulis
akan mencoba
merancang program seperti dibawah ini. Pertama, belajar bersama mereka dalam kelas dengan metode fun. Model ini adalah
dimana sebelum memulia mata pelajaran
kita bersama-sama membaca doa belajar dan dilanjutkan dengan memberi materi hadis-hadis
yang sesuai
dengan anak kecil. Seperti hadis larangan marah, anjuran tersenyum, dan kemuliaan belajar Al-quran.
Kedua, setelah melaksanakan
yang pertama, kami belajar sedikit mengenai bacaan-
bacaan dalam al-quran (tajwid). Dalam hal ini akan menjelaskan bagaimana hukum
bacaan dan cara membaca ini. Saya dalam hal ini berpedoman dalam nadhom Bidayatul
Hidayah, nadhom
tentang ilmu tajwid yang berupa syi’ir-syi’ir yang juga dilanjutakan
dengan bernyanyi bersama, melantunkan syi’ir tersebut.
Ketiga, dilanjutkan dengan Setoran (membaca satu persatu-satu di hadapan guru). Ini
sangat
penting dalam proses belajar Al-quran supaya
antara Guru
dan murud
bisa
langsung saling berhadap-hadapan
dan
bisa langsung mengidentifikasi bacaan si Anak. Bagi mereka yang belum jadwalnya setoran bisa di isi dengan diberikan tugas menggambar, mewarnai dan menebali huruf. Yang pada akhir sesi ini semua tugas
dikumpulkan dan dikasih nilai dengan sistem memberi bintang dalam tugas si anak. Yang
semua ini dari pihak pegajar menyediakan semunya.
Keempat, KKN kali ini dilakukan dalam bulan Agustus yang dalam bulan itu ada tanggal penting bagi sejarah Indonesia yakni tanggal 17 Agustus yang diperingati dengan kemerdekaan Indonesia. Pada tanggal tersebut tidak hanya warga negara Indonesia yang
berbahagia akan tetapi
dengan adanya kami melakukan pengabdian disana kami akan membagi kebahagian itu juga kepada meraka melalui even “ Hari bahagia bersama” yang
didalamnya akan diadalakan berbagai
lomba dengan melibatkan
warga dan juga
melibatkan anak-anak diniyah. Lomba untuk anak kecil bisa berupa lomba membaca Al- quran, Hafalan ayat dan nadhoman, dan juga juga mewarnai. Untuk pemuda dan
warga
bisa diadakan lomba yang biasanya dilakukan di Indonesia saat tujuh belasan, seperti tarik tambang, balap karung, pecah air dll. Akan tetapi karena KKN kita belum pasti tangganya apakah juga bertepatan dengan ini atau tidak maka ketika tidak bertepatan dengan 17Agustus acara ini bisa dilaksanakan pada lain kesempatan. Rencana acara ini akan dilaksanakan pada pertengahan ataupun penghujung KKN kami.
Kelima, acara
terakhir yakni berkumpul bersama-sama
pada
akhir acara
puncak yang
didalmnya memuat acara perpisahan
dengan warga, saling minta maaf, dan penampilan
dari
anak-anak diniyah yang kami ajar dan pada akhirnya juga di
akhiri dengan
pembagian hadiah berdasarkan juara pada perlombaan yang sudah dilaksanakan. Dan pada akhirnya juga bisa pengumuman hadiah dari undian yang sudah
di
bagi-bagi ke
warga masyarakat atau bisa jug dengan
kuis tentang ke-Indonesiaan, bagamana menurut
mereka Indonesia ini dan apa yang mereka ketahui tentang Indonesia.
Sekian dari apa yang saya rencanakan, memang tidak terlalau besar rencana ini tetapi itu bukan berarti rencana yang tidak baik ataupun jelek karena rencana yang baik adalah rencana yang bisa dilaksanakan sepenuhnya dan juga selesai sesuai yang diharapakan dan
minim sekali kekurangan dan kesalahan. Dan pada akhirnya diharapkan dengan program-
program kami laksankan bisa bermanfaat bagi masyarakat seluruhnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar