Oleh: Mutrofin (Pengembangan Masyarakat Islam)
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu
kegiatan
untuk menerapkan nilai tridarma perguruan tinggi yaitu pengabdian. Diharapkan dengan diadakannya kegiatan
KKN ini mahasiswa dapat
mengaplikasin ilmu
yang didapat
di bangku
perkuliahan dan berkontribuasi bagi perubahan di masyarakat. Selain itu kegiatan KKN ini diharapkan
dapat memberikan
pengalaman
dan ilmu baru bagi mahasiswa dalam mempelajari realitas kehidupan sesungguhnya dimasyarakat.
Kemajemukan yang ada di masyarakat memberikan
tantangan
tersendiri bagi penyelenggara
kegiatan
KKN khususnya
bagi mahasiswa yang terjun secara
langsung. Perbedaan mengenai budaya, psikologis, latar belakang
pendidikan, dan
lainnya yang ada di masyarakat akan memberikan jalan
bagi mahasiswa untuk lebih berpikir
luas
dan dari berbagai sudut
pandang.
Dari hal tersebut juga
nantinya
program yang akan
dilaksanakan
di tempat KKN harus disesuaikan
dengan karakteristik dan kebutuhan masyarakat.
Salah satu upaya dalam menjawab
tantangan tersebut yaitu dengan
diselenggarakannya
KKN tematik. KKN
Tematik memiliki tujuan
agar
kegiatan
KKN
dapat terarah lebih baik dan memberikan kontribusi nyata sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dalam hal ini saya sebagai mahasiswa jurusan pengembangan masyarakat islam sangat tertarik
untuk mengikuti program KKN
tematik ini. Program
KKN
Tematik yang saya minati yaitu KKN Tematik Internasional tepatnya di Negara Kamboja dengan program utama yaitu pengembangan Madrasah Diniyah. Kolaborasi antara keilmuan pengembangan masyarakat islam dengan pendidikan
akan menjadi mandate dan memberikan manfaat bagi masyarakt sekitar.
GAMBARAN UMUM TEMPAT
KKN
Kamboja merupakan negara dengan sistem pemerintahannya
yaitu absolut
konstitusional, dengan batas wilayahnya yaitu berbatasan
dengan Thailand di sebelah barat,
Laos di utara,
Vietnam di timur, dan Teluk Thailand di selatan. Secara astronomis Kamboja terletak pada 102o BT- 180 o BT dan diantara 10o LU - 15o LU dan
terletak pada 13,5o LU – 23,5o LS dengan begitu Kamboja memiliki iklim tropis
seperti di Indonesia.
Karakteristik geografis yang tidak jauh berbeda dengan
Indonesia membuat
Negara ini juga mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai
petani.
Umumnya negara ini menggarap ladang dan
peternakan dengan berbagai jenis-jenis
yang dihasilkan seperti jagung, padi, kebau, sapi. Kesamaan yang dimiliki negara ini
dengan Indonesia membuat kearifan lokal akan tampak tidak jauh berbeda dengan
Indonesia. Sehingga untuk berdaptasi dengan iklim dan lingkungan di negara ini
dirasa tidak sulit.
Negara Kamboja mayoritas penduduknya memeluk agama Budha dan
Hindu
dengan masyarakat Muslim menjadi minoritas di negara ini. Namun demikian, khasanah dan keislman di wilayah-wilayah masyarakat muslim masih
terjaga
sakaligus harus terus
dipertahankan. Agama merupakan salah satu unsur yang sakral di negara ini, tentunya akan sangat banyak tantangan yang akan ditemui apabila
berkesmpatan untuk melakukan kegiatan KKN disini.
Selanjutnya sebagai upaya dalam
menangani tantangan yang akan dihadapi
disana, satu hal yang harus tetap dijaga yaitu rasa toleransi. Layaknya di
Indonesia dengan
berbagai
suku dan
agama, menghormati kebudayaan
dan kepercayaan
masing-masing harus terus dipegang. Merupakan langkah awal untuk berdaptasi
dengan masyarakat di Kamboja. Negara ini sudah barang pasti memilki bahasa yang berbeda dengan bahasa di
Indonesia, sehingga untuk dapat beradaptasi tentunya
diperlukan
persiapan bahasa yang matang baik dalam bahasa inggris maupun bahasa lokal Kamboja.
RENCANA MEKANISME PELAKSANAAN
Untuk melaksanakan kegiatan sebaik munkin tentunya membutuhkan
perencanaan yang
matang. Adapun rencana mekanisme
pelaksanaan dalam KKN
Tematik di Kamboja ini yaitu melalui beberapa tahapan;
pertama, tahap perancanaan, pada tahap ini
merupakan hal
yang penting yang harus dilaksanakan
agar kegiatan KKN Tematik ini berjalan dengan
sesuai harapan dan
tujuan. Pada tahapan ini akan dilaksanakan survey tempat, analisis sosial masyarakat serta observasi mengenai
potensi yang tersedia. Pada tahap ini bisa dilaksanakan melalui literasi media internet,
literatur buku, jurnal dan lain sebagainya mengenai negara Kamboja. Dalam tahap ini juga akan dilakukan penyususnan program kerja dengan kelompokterpilih.
Kedua, tahap persiapan kebutuhan
baik
logistic
maupun material
lainnya untuk
keperluan kegiatan KKN. Pada tahap ini juga akan diadakan penggalangan dana dalam pengajuan sponsorship untuk para donator. Selain itu juga
mempersiapkan keperluan selama program kuliah kerja nyata baik keperluan pribadi, kelompok maupun keperluan program kerja.
Ketiga, tahap sosialisasi, pada tahap ini akan dilakukan sebelum terjun ke lapangan yaitu melalui
media massa untuk penggalangan
dana dan memperkenalkan kegaiatan KKN
Tematik
di negara Kamboja. Selanjutnya sosialisasi di lokasi KKN
sosialisai ini bertujuan
untuk memperkenalkan
kedatangan
kelompok KKN dan
apa
saja yang dilakukan selama kegiatan KKN. Sosialisai
ini dilaksanakan
di beberapa
tempat diantaranya di sekolah, kantor desa, kelompok masyarakat dan
tokoh keagaman maupun tokoh
strategis lainnya. Pemahaman program dalam tahap sosialisasi ini akan
sangat penting, agar pada tahap pelaksanaan nantinya tidak terjadi kesalahan.
Keempat, tahap pelaksanaan
program, dalam tahap ini akan dimulai
pengaplikasian program yang telah disusun
oleh kelompok dan Dosen
pembimbing
sebelumnya.
Dalam tahap ini
tentunya akan mengalami kekurangan sehingga perlu
diadakan evaluasi
setelah
dan sebelum
pelaksanaan
program. Dalam setiap
pelaksanaan program juga akan dinilai keaktivan masyarakat dan anggota kelompok
KKN
sehingga akan menjadi bahan perbaikan dan evaluasi selanjutnya.
Kelima, tahap dokumentasi, semua tahap kegiatan dan
proses pelaksanaan
program akan didokumentasikan sebagai bukti dan dokumen kegiatan KKN Tematik di Kamboja. Selain
itu dokumen-dokumen tersebut akan menjadi
bahan
untuk
mempresentasikan hasil kegiatan KKN.
Keenam, tahap pelaporan. Tahap ini
merupakan tahap terakhir yang
akan dilaksanakan setelah melaksanakan kegiatan KKN Tematik. Dalam tahap ini akan dilakukan perekapan data (meliputi
biaya-biaya, perjalanan dan sebagainya), laporan
kegiatan KKN (baik harian, maupuan laporan akhir kelompok), dan rencana publikasi
jurnal
terkait kegiatan KKN Tematik di Kamboja untuk memberikan pengatahuan baru
![]() | ||
Tabel.1 Rencana Mekanisme Pelaksanaan
|
RENCANA PROGRAM
KEGIATAN
Sesuai dengan Tema
KKN Tematik Internasional yang dilaksanakan di
Negara Kamboja yaitu pemberdayaan
sosial keagamaan melalui
pendampingan madarasah diniyah, kami akan menawarkan beberapa program yang berkaitan dengan lingkup pendidikan. Baik dalam pendidikan formal maupun nonformal.
Bidang Pendidikan Formal, program yang dilaksanakan akan disesuaikan lagi
dengan kultur sekolahan/ madrasah diniayah
di Kamboja. Karena dari segi kurikulum
dan metode pembelajaran
pasti berbeda dengan di
Negara Indonesia.
Namun dalam menjalankan program KKN ini, kami akan mengadakan
Pertama, tugas pembantuan pengajaran. Dalam hal ini akan lebih difokuskan pada penguatan pengajaran agama islam. Metode yang akan digunakan yaitu metode discovery learning. Dalam metode ini
para siswa akan
lebih diaktifkan dalam pembelajaran artinya pembelajarannya bukan satu arah namun dalam berbagai arah dimana siswa akan menjadi subjek pembelajaran dan
juga
objek pembelajaran.
Selain itu, dalam kaitannya dengan penguatan
keagamaan
para siswa akan berdiskusi dan
aktif menanyakan mengenai persoalan yang mereka tidak ketahui dalam
pelajaran agama, terutama dalam baca tulis al-qur’an. Untuk
tambahan
penguatan akan
dilakukan
pembelajaran lain seperti bahasa inggris, pengenalan bahasa Indonesia sehingga pengetahuan para siswa akan semakin bertambah.
Kedua, Penyuluhan antara Keterlibatan Orang tua Murid dengan Pihak
Sekolah. Program ini akan dilaksanakan
dengan kerjasama pihak sekolah yaitu
membantu keperluan-keperluan yang dibutuhkan oleh pihak sekolah.
Seperti,
pendataan
siswa, pendataan
peningkatan keagamaan siswa dan lain sebagainya.
Dalam program ini juga akan memberikan penyuluhan terkait permasalahan yang diutarakan
orang tua terhadap pihak sekolah. Dalam hal ini
akan menjadi broker
anatara pihak sekolah dengan orang tua murid.
2. Pendidikan nonformal (diluar sekolah)
Program yang akan
dilaksanakan dalam bidang pendidikan nonformal berbasis penguatan
kegamaan ini
dilaksanakan dengan melihat langsung kondisi
masyarakat dilokasi KKN dan melakukan penyesuain terlebih dahulu. Selanjutnya program yang akan kami lakukan yaitu
Pertama, Pengajaran Agama Islam Melalui Les/ Bimbingan. Program ini dilaksanakan untuk menambah
jam
belajar
murid-murid
yang dirasa
kurang dalam pembelajaran
di
sekolah. Murid-murid akan lebih intensif dalam belajar di
program ini terutama terkait dengan keagamaan seperti baca tulis
al-qur’an, fiqih, tata cara solat dan lain sebagainya.
Kedua, Penguatan Agama
melalui kegiatan Belajar Bermain. Layaknya
anak-anak pada umumnya, mereka akan lebih menyukai
pembelajaran yang dibawakan secara santai
dan
diiringi dengan permainan. Ini akan menambah semanagat mereka dalam belajar. Dalam program ini akan dilakukan metode
pembelajaran agama dengan dibarengi
permainan-permainan baik permainan
lokal Kamboja maupun yang ada di Indonesia.
PENUTUP
Saya sangat berharap dapat mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Internasional ini, karena bagi saya ini
adalah kesempatan yang sangat berharga untuk meningkatkan pengetahuan, pengalaman
dan tentunya kontribusi bagi sesama. Pengaplikasian nilai
tridharma perguruan tinggi sangat diharapkan
dalam kegiatan KKN ini. Selanjutnya, semua program yang telah direncanakan
tentunya sangat membutuhkan dukungan
dari semua pihak baik universitas maupun
diluar universitas
agar terlaksana dengan baik dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar