Rabu, 12 Februari 2020

Pemberdayaan Sosial Keagamaan Melalui Pendampingan Madarasah Diniyah


Oleh: Mutrofin (Pengembangan Masyarakat Islam)

PENDAHULUAN

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu kegiatan untuk menerapkan nilai tridarma perguruan tinggi yaitu pengabdian. Diharapkan dengan diadakannya kegiatan  KKN  ini  mahasiswa dapat  mengaplikasin  ilmu  yang  didapat  di bangku perkuliahan dan berkontribuasi bagi perubahan di masyarakat.  Selain itu kegiatan KKN ini diharapkan dapat memberikan pengalaman dan ilmu baru bagi mahasiswa dalam mempelajari realitas kehidupan sesungguhnya dimasyarakat.

Kemajemukan yang ada di masyarakat memberikan tantangan tersendiri bagi penyelenggara  kegiatan  KKN  khususnya   bagi   mahasiswa   yang   terjun  secara langsung. Perbedaan mengenai budaya, psikologis, latar belakang pendidikan, dan lainnya yang ada di masyarakat akan memberikan jalan bagi mahasiswa untuk lebih berpikir  luas  dan  dari  berbagai  sudut  pandang.  Dari  hal  tersebut  juga  nantinya program yang akan dilaksanakan di tempat KKN harus disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masyarakat.

Salah satu upaya dalam menjawab tantangan tersebut yaitu dengan diselenggarakannya  KKN  tematik.  KKN  Tematik  memiliki  tujuan  agar  kegiatan KKN dapat terarah lebih baik dan memberikan kontribusi nyata sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dalam hal ini saya sebagai mahasiswa jurusan pengembangan masyarakat islam sangat tertarik untuk mengikuti program KKN tematik ini. Program KKN Tematik yang saya minati yaitu KKN Tematik Internasional tepatnya di Negara Kamboja dengan program utama yaitu pengembangan Madrasah Diniyah. Kolaborasi antara keilmuan pengembangan masyarakat islam dengan pendidikan akan menjadi mandate dan memberikan manfaat bagi masyarakt sekitar.



GAMBARAN UMUM TEMPAT KKN

Kamboja  merupakan  negara dengan  sistem pemerintahannya  yaitu  absolut konstitusional, dengan batas wilayahnya yaitu berbatasan dengan Thailand di sebelah barat,  Laos  di  utara,  Vietnam  di  timur,  dan  Teluk  Thailand  di  selatan. Secara astronomis Kamboja terletak pada 102o BT- 180 o BT dan diantara 10o LU - 15o LU dan terletak pada 13,5o LU 23,5o LS dengan begitu Kamboja memiliki iklim tropis seperti di Indonesia.

Karakteristik geografis yang tidak jauh berbeda dengan Indonesia membuat Negara ini juga mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Umumnya negara ini  menggarap ladang dan peternakan dengan berbagai jenis-jenis yang dihasilkan seperti jagung, padi, kebau, sapi. Kesamaan yang dimiliki negara ini dengan Indonesia membuat kearifan lokal akan tampak tidak jauh berbeda dengan Indonesia. Sehingga untuk berdaptasi dengan iklim dan lingkungan di negara ini dirasa tidak sulit.

Negara Kamboja mayoritas penduduknya memeluk agama Budha  dan Hindu dengan masyarakat Muslim menjadi minoritas di negara ini. Namun demikian, khasanah  dan  keislman  di  wilayah-wilayah  masyarakat  muslim  masih  terjaga sakaligus harus terus dipertahankan. Agama merupakan salah satu  unsur yang sakral di negara ini, tentunya akan sangat  banyak tantangan yang akan ditemui apabila berkesmpatan untuk melakukan kegiatan KKN disini.

Selanjutnya sebagai upaya dalam menangani tantangan yang akan dihadapi disana, satu hal yang harus tetap dijaga yaitu rasa toleransi. Layaknya di Indonesia dengan  berbagai  suku  dan  agama,  menghormati  kebudayaan  dan  kepercayaan masing-masing harus terus dipegang. Merupakan langkah awal untuk berdaptasi dengan masyarakat di Kamboja. Negara  ini sudah barang pasti memilki bahasa yang berbeda dengan bahasa di Indonesia, sehingga untuk dapat beradaptasi tentunya diperlukan persiapan bahasa  yang matang baik dalam bahasa inggris maupun bahasa lokal Kamboja.


RENCANA MEKANISME PELAKSANAAN

Untuk melaksanakan kegiatan sebaik munkin tentunya membutuhkan perencanaan yang  matang.  Adapun rencana  mekanisme  pelaksanaan dalam  KKN Tematik di Kamboja ini yaitu melalui beberapa tahapan;
pertama, tahap perancanaan, pada tahap ini merupakan hal yang penting yang harus dilaksanakan agar kegiatan KKN Tematik ini berjalan dengan sesuai harapan dan tujuan. Pada tahapan ini akan dilaksanakan survey tempat, analisis sosial masyarakat serta observasi mengenai potensi yang tersedia. Pada tahap ini bisa dilaksanakan melalui literasi media internet, literatur buku, jurnal dan lain sebagainya mengenai negara Kamboja. Dalam tahap ini juga akan dilakukan penyususnan program kerja dengan kelompokterpilih.

Kedua,  tahap  persiapan  kebutuhan  baik  logistic  maupun  material  lainnya untuk   keperluan kegiatan KKN. Pada tahap ini juga akan diadakan penggalangan dana   dalam   pengajuan   sponsorship   untuk   para   donator.   Selain    itu   juga mempersiapkan keperluan selama program kuliah kerja nyata baik keperluan pribadi, kelompok maupun keperluan program kerja.

Ketiga, tahap sosialisasi, pada tahap ini akan dilakukan sebelum terjun ke lapangan yaitu melalui media massa  untuk penggalangan dana dan memperkenalkan kegaiatan KKN Tematik di negara Kamboja. Selanjutnya sosialisasi di lokasi KKN sosialisai ini bertujuan untuk memperkenalkan kedatangan kelompok KKN dan apa saja yang dilakukan selama kegiatan KKN. Sosialisai  ini dilaksanakan di beberapa tempat diantaranya di   sekolah, kantor desa, kelompok masyarakat dan tokoh keagaman maupun tokoh strategis lainnya. Pemahaman program dalam tahap sosialisasi ini akan sangat penting, agar pada tahap pelaksanaan nantinya tidak terjadi kesalahan.

Keempat, tahap pelaksanaan program, dalam tahap ini akan dimulai pengaplikasian program yang telah disusun oleh kelompok dan  Dosen pembimbing sebelumnya.  Dalam tahap ini tentunya akan mengalami kekurangan sehingga perlu diadakan evaluasi setelah dan sebelum pelaksanaan program. Dalam setiap pelaksanaan program juga akan dinilai keaktivan masyarakat dan anggota kelompok KKN sehingga akan menjadi bahan perbaikan dan evaluasi selanjutnya.

Kelima, tahap dokumentasi, semua tahap kegiatan dan proses pelaksanaan program akan didokumentasikan sebagai bukti  dan dokumen kegiatan KKN Tematik di  Kamboja.  Selain  itu dokumen-dokumen  tersebut  akan  menjadi  bahan  untuk mempresentasikan hasil kegiatan KKN.

Keenam, tahap pelaporan. Tahap ini merupakan tahap terakhir yang akan dilaksanakan setelah melaksanakan kegiatan KKN Tematik. Dalam tahap ini akan dilakukan perekapan data (meliputi biaya-biaya, perjalanan dan sebagainya), laporan kegiatan KKN (baik harian, maupuan laporan akhir kelompok), dan rencana publikasi jurnal terkait kegiatan KKN Tematik di Kamboja untuk memberikan pengatahuan baru

Tabel.1 Rencana Mekanisme Pelaksanaan

 

RENCANA PROGRAM KEGIATAN


Sesuai  dengan  Tema  KKN  Tematik  Internasional  yang  dilaksanakan  di Negara Kamboja yaitu pemberdayaan sosial keagamaan melalui pendampingan madarasah diniyah, kami akan menawarkan beberapa program yang berkaitan dengan lingkup pendidikan. Baik dalam pendidikan formal maupun nonformal.


Bidang Pendidikan Formal, program yang dilaksanakan akan disesuaikan lagi dengan kultur sekolahan/ madrasah diniayah di Kamboja. Karena dari segi kurikulum dan metode pembelajaran pasti berbeda dengan di Negara Indonesia. Namun dalam menjalankan program KKN ini, kami akan mengadakan
 
Pertama, tugas pembantuan pengajaran. Dalam hal ini akan lebih difokuskan pada penguatan pengajaran agama islam. Metode yang akan digunakan yaitu metode discovery learning. Dalam metode ini para siswa akan lebih diaktifkan dalam pembelajaran artinya pembelajarannya bukan satu arah namun dalam berbagai arah dimana siswa akan menjadi subjek pembelajaran dan juga objek pembelajaran.

Selain itu, dalam kaitannya dengan penguatan keagamaan para siswa akan berdiskusi dan aktif menanyakan mengenai persoalan yang mereka tidak ketahui dalam pelajaran agama, terutama dalam baca tulis al-quran. Untuk tambahan penguatan akan dilakukan pembelajaran lain seperti bahasa inggris, pengenalan bahasa Indonesia sehingga pengetahuan para siswa akan semakin bertambah.
Kedua,  Penyuluhan antara Keterlibatan Orang  tua Murid  dengan Pihak Sekolah. Program ini akan dilaksanakan dengan kerjasama pihak sekolah yaitu membantu  keperluan-keperluan  yang  dibutuhkan  oleh pihak  sekolah.  Seperti, pendataan siswa, pendataan peningkatan keagamaan siswa dan lain sebagainya. Dalam program ini juga akan memberikan penyuluhan terkait permasalahan yang diutarakan orang tua terhadap pihak sekolah. Dalam hal ini akan menjadi broker anatara pihak sekolah dengan orang tua murid.


2.    Pendidikan nonformal (diluar sekolah)

Program yang akan dilaksanakan dalam bidang pendidikan nonformal berbasis penguatan kegamaan ini dilaksanakan dengan melihat langsung kondisi masyarakat   dilokasi   KKN   dan   melakukan   penyesuain   terlebih   dahulu. Selanjutnya program yang akan kami lakukan yaitu
Pertama, Pengajaran Agama Islam Melalui Les/ Bimbingan. Program ini dilaksanakan  untuk  menambah  jam  belajar  murid-murid  yang  dirasa  kurang dalam pembelajaran di sekolah. Murid-murid akan lebih intensif dalam belajar di program ini terutama terkait dengan keagamaan seperti baca tulis al-qur’an, fiqih, tata cara solat dan lain sebagainya.
Kedua,  Penguatan  Agama  melalui kegiatan Belajar  Bermain.  Layaknya anak-anak pada umumnya, mereka akan lebih menyukai pembelajaran yang dibawakan secara santai dan diiringi dengan permainan. Ini akan menambah semanagat  mereka dalam belajar. Dalam program ini akan dilakukan metode pembelajaran agama dengan dibarengi permainan-permainan baik permainan lokal Kamboja maupun yang ada di Indonesia.



PENUTUP

Saya sangat berharap dapat mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Internasional ini, karena bagi saya ini adalah kesempatan yang sangat berharga untuk meningkatkan pengetahuan, pengalaman dan tentunya kontribusi bagi sesama. Pengaplikasian nilai tridharma perguruan tinggi sangat diharapkan dalam kegiatan KKN ini. Selanjutnya, semua program yang telah direncanakan tentunya sangat membutuhkan dukungan dari semua pihak baik universitas maupun diluar universitas agar terlaksana dengan baik dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar