| KBRI Phnom Penh |
Seberapa yakin Anda dengan doa? Kalau saya, yakin banget. Paling tidak, sepanjang 'road to' KKN.
Doa, punya syarat, agar diijabah. Salah satunya ialah 'banyak minta', bukan minta banyak. Artinya, istiqomah minta!
'Ke luar negeri' adalah salah satu doa yang mulai saya dawamkan semenjak semester 5. Nggak tahu lewat mana, even apa, gimana caranya. Pokoknya minta. Biar Allah yang ngasih tahu caranya.
1 April 2019, SK Pengumuman KKN Tematik diluncurkan oleh LPPM. Sesuai tebakan setahun sebelumnya, 'Tahun depan kayaknya bakal ada KKN Luar Negeri'. Benar saja, KKN Internasional Kamboja menempati urutan teratas. Tentunya, saya kepingin sekali jadi bagian itu. Terlebih, kakak kelas MAN Winda Lestari yang sudah duluan merasakan udara Thailand, lewat IAIN Tulungagung. Terimakasih, sudah jadi pemancing. Juga banyak tak tanyai.
Hampir Gagal Daftar
21 April didapuk menjadi tenggat terakhir pengumpulan berkas. Sementara saya sama sekali belum menyiapkannya. Paling tidak sampai pukul 20.00 WIB. Terlebih 'artikel' minimal 5 lembar yang bikin pusing setengah mati. Sementara lagi, saat itu adalah posisi sekesel-keselnya orang. Setelah 2 hari sertifikasi LDK Sunan Kalijaga. Sementara lagi dan lagi, tubuh lagi down.
Bermodal artikel seadanya hasil 'copas'-an tugas mata kuliah MPKKualitatif saya pasrah dan 'ragu' yakin. Artikel berjudul 'Mengembangkan Moderasi Beragama di Lingkungan Madrasah Diniyah' itu saya submit tepat pukul 00.20 WIB. Lewat dari hari yang ditentukan. Tetap submit, setelah mengalami Adobe Acrobat Error dsb.
Bermodal artikel seadanya hasil 'copas'-an tugas mata kuliah MPKKualitatif saya pasrah dan 'ragu' yakin. Artikel berjudul 'Mengembangkan Moderasi Beragama di Lingkungan Madrasah Diniyah' itu saya submit tepat pukul 00.20 WIB. Lewat dari hari yang ditentukan. Tetap submit, setelah mengalami Adobe Acrobat Error dsb.
Baca juga: Tentang Indonesia di Negara Tetangga
Pengabulan Tahap 1
Beberapa hari dan pekan berlalu. Pengumuman juga belum muncul, padahal sudah kelewat jauh dari 'rundown'. Selama itu, saya tetap berdoa. Sama, minta 'ke luar negeri'
14 Mei, lebih dari 3 pekan menunggu, akhirnya SK Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi diturunkan oleh LPPM. Betapa bahagianya saya. Iwan Hantoro menjadi 1 dari 24 nama yang lolos. Bersama beberapa nama yang saya kenal, seperti: Hidayah Hariani, kolega se-LDK semenjak lahir. Koh Fida Pradipta, teman KPI. Dan Mutrofin, kenalan sekelas waktu Bahasa Inggris P2B yang lama terlupakan. Lainnya, orang asing semua.
14 Mei, lebih dari 3 pekan menunggu, akhirnya SK Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi diturunkan oleh LPPM. Betapa bahagianya saya. Iwan Hantoro menjadi 1 dari 24 nama yang lolos. Bersama beberapa nama yang saya kenal, seperti: Hidayah Hariani, kolega se-LDK semenjak lahir. Koh Fida Pradipta, teman KPI. Dan Mutrofin, kenalan sekelas waktu Bahasa Inggris P2B yang lama terlupakan. Lainnya, orang asing semua.
Seleksi Wawancara
16 Mei adalah hari seleksi wawancara. Di jadwal, mulai jam 07.30 sampai 10.00. Jadwal yang memaksa saya dan koh Fida mbolos MPKKualitatif pertemuan terakhir. (yang akhirnya, molor)
Dua per dua orang masuk ruangan untuk wawancara. Saya, kebetulan bareng dengan Rovin. Wawancara awalnya berjalan mulus. Enjoy. Sampai ketika orang Batang ini mengeluarkan CV-nya yang membuat saya gelagapan dalam hati. (Padahal Bunda Eka nggak nanyain perihal itu juga). 'Wah, Mati aku. Mau ngeluarin jurus apa aku?', pikirku. "Ini nanti sepertinya seleksinya akan sangat ketat. Jadi kalau tidak lolos, ya sudah. Bukan saya yang nentuin, tetapi LPPM" ujar dosen yang akhirnya jadi DPL, ter…………sabar.
Dua per dua orang masuk ruangan untuk wawancara. Saya, kebetulan bareng dengan Rovin. Wawancara awalnya berjalan mulus. Enjoy. Sampai ketika orang Batang ini mengeluarkan CV-nya yang membuat saya gelagapan dalam hati. (Padahal Bunda Eka nggak nanyain perihal itu juga). 'Wah, Mati aku. Mau ngeluarin jurus apa aku?', pikirku. "Ini nanti sepertinya seleksinya akan sangat ketat. Jadi kalau tidak lolos, ya sudah. Bukan saya yang nentuin, tetapi LPPM" ujar dosen yang akhirnya jadi DPL, ter…………sabar.
Pengabulan Tahap Akhir
20 Mei 2019. Pukul 14.47 WIB. Di Masjid. Setelah ngaji. Menunggu 'ashar.
SK Pengumuman Hasil Wawancara turun. Adalah Hasan Adi, anak KKN Gorontalo yang menyebar hasilnya di grup KPI. Seketika jidat saya tempelkan ke karpet, sujud syukur, ketika tahu nama Iwan Hantoro menjadi 1 dari 10 nama yang lolos. Juga nama Hidayah Hariani, anggota Tim yang pertama saya japri. Karena cuman kenal dia.
10 menit selepas itu, setelah adzan, WAG KKN Kamboja sudah saya buat, dengan 3 orang: Saya, Hidayah, dan Yunita Eri (yang nomernya saya dapat dari Umi Uswatun Hasanah). Dan lainnya hasil pencarian IG.
Berturut-turut yang masuk grup: Weeny, Afit, Bu Eka, Dliya'ul, Mutrofin, Reza, Bangkit, dan Luthfi (21 Mei 2019. Kumpul perdana)
Alhamdulillah.
Doa. Memang menjadi pembeda. Maka benar mutiara hikmah yang keluar dari bibir mulia Rasulullah Muhammad, "Doa adalah senjatanya umat Islam (muslim)" Apa yang lebih membuatmu bahagia daripada permintaan yang 'didengar' oleh yang dimintai?
Dan apa yang lebih membuat ngene daripada doa yang tak digubris oleh Allah?
So. Jangan berhenti berdoa. Jangan berhenti meminta kepada Allah. Minta aja. Apapun. Semakin abstrak semakin bagus, asal semakin pasrah.
SK Pengumuman Hasil Wawancara turun. Adalah Hasan Adi, anak KKN Gorontalo yang menyebar hasilnya di grup KPI. Seketika jidat saya tempelkan ke karpet, sujud syukur, ketika tahu nama Iwan Hantoro menjadi 1 dari 10 nama yang lolos. Juga nama Hidayah Hariani, anggota Tim yang pertama saya japri. Karena cuman kenal dia.
10 menit selepas itu, setelah adzan, WAG KKN Kamboja sudah saya buat, dengan 3 orang: Saya, Hidayah, dan Yunita Eri (yang nomernya saya dapat dari Umi Uswatun Hasanah). Dan lainnya hasil pencarian IG.
Berturut-turut yang masuk grup: Weeny, Afit, Bu Eka, Dliya'ul, Mutrofin, Reza, Bangkit, dan Luthfi (21 Mei 2019. Kumpul perdana)
Alhamdulillah.
Doa. Memang menjadi pembeda. Maka benar mutiara hikmah yang keluar dari bibir mulia Rasulullah Muhammad, "Doa adalah senjatanya umat Islam (muslim)" Apa yang lebih membuatmu bahagia daripada permintaan yang 'didengar' oleh yang dimintai?
Dan apa yang lebih membuat ngene daripada doa yang tak digubris oleh Allah?
So. Jangan berhenti berdoa. Jangan berhenti meminta kepada Allah. Minta aja. Apapun. Semakin abstrak semakin bagus, asal semakin pasrah.
Baca juga: Menengok Sekolah Persahabatan Indonesia-Kamboja
Tidak ada komentar:
Posting Komentar